Nama Lukman Hakim Syaifuddin Disebut dalam Sidang Putusan Kasus Suap Jual-Beli Jabatan

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan Lukman turut menerima uang Rp70 juta yang diberikan secara bertahap

Nama Lukman Hakim Syaifuddin Disebut dalam Sidang Putusan Kasus Suap Jual-Beli Jabatan
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin disebut di sidang beragenda pembacaan putusan kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) yang menjerat terdakwa Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur nonaktif, Haris Hasanuddin.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan Lukman turut menerima uang Rp70 juta yang diberikan secara bertahap masing-masing Rp50 juta dan Rp20 juta. Uang diberikan karena Lukman berperan mengangkat Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

"Majelis Hakim berpendapat pemberian uang oleh Haris kepada saksi Romahurmuziy dan Lukman Hakim Saifuddin yang mana pemberian uang terkait dengan terpilih dan diangkatnya terdakwa sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim," ujar Ketua Majelis Hakim Hastopo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Hakim berpendapat unsur memberi sesuatu dalam perkara a quo telah terpenuhi dan ada dalam perbuatan terdakwa.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin, nonaktif pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda Rp 150 juta, subsider 3 bulan kurungan.

KPK Akan Konfirmasi Khofifah soal Kesaksian Romahurmuziy dan Menag di Pengadilan Tipikor

KPK Sebut Menteri Agama Lapor Penerimaan Uang Rp 10 Juta Sepekan Usai OTT Romahurmuziy

Dipulangkan KPK dari RS Polri, Tatapan Romahurmuziy Kosong dan Suaranya Lirih

Sidang beragenda pembacaan putusan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/8/2019).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Haris Hasanuddin dengan pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda Rp 150 juta, dengan ketentuan apabila denda tak dibayar, diganti dengan pidana kurungan 3 bulan," kata ketua majelis hakim Hastopo saat membacakan putusan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Majelis hakim menilai Haris terbukti melakukan praktek jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Menurut majelis, Haris terbukti memberikan sejumlah uang kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan saat itu Muhammad Romahurmuziy alias dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Berdasarkan fakta di persidangan, pada 6 Januari 2019, Haris terbukti memberikan uang kepada Rommy sebesar Rp 5 juta.

Pada 6 Februari 2019, Haris kembali menyerahkan Rp 250 juta. Pada 1 dan 9 Maret 2019, Haris memberikan Rp 50 juta dan Rp 20 juta kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved