Pemkab Bogor Akan Fasilitasi Ganti Rugi Warga Kampung Naringgul

Tangisan para perempuan dan ibu warga Kampung Naringgul, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terdengar saat bangunan dirobohkan.

Pemkab Bogor Akan Fasilitasi Ganti Rugi Warga Kampung Naringgul
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan penertiban bangunan yang tidak memiliki Izon mendirikan bangunan (Imb) di Kampung Naringgul, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (4/9/2019). 

Entah apa yang ada dipikiran sang anak, namun tatapan matanya kosong dan berkaca-kaca.

Bahkan saat alat berat mulai merobohkan bangunan, anak itu kembali ingin masuk ke area.

Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan penertiban bangunan yang tidak memiliki Izon mendirikan bangunan (Imb) di Kampung Naringgul, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (4/9/2019).
Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan penertiban bangunan yang tidak memiliki Izon mendirikan bangunan (Imb) di Kampung Naringgul, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (4/9/2019). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Meski demikian anak tersebut dibawa oleh petugas dan warga.

"Ehh ulah didinya bisi keuna engke yu kaditu kaditu, (eh jannhan takut kena nannti yu kesana)," kata warga sambil merangkul dan membawa pergi bocah tersebut.

Seperti diketahui pembongkaran puluhan bangunan liar itu dilakukan oleh Pemkab Bogor melalui Satpol PP Kabupaten Bogor dikarenakan tidak memiliki izi mendirikan bangunan (IMB).

Kabid Penegakan Perundang undangan Satpol PP Kota Bogor Agus Ridho menuturkan, pihaknya hanya menjalankan tugas untuk membongkar bangunan tak berizin.

Agus juga menjelaskan bahwa kawasan tersebut banyak yang dijadikan tempat penginapan untuk disewakan per jam.

"Memang ada warga yang mengatakan pak ini bukan penginapan pak ini bukan kamar kamar yang disewakan kami warga betul tapi persoalannya adalah di Naringgul ini kemarin banyak laporan kepada Pol PP kemudian Pol pp sudah melakukan pengintaian sudah melakukan penyidikan kemudian melakukan operasi kemudian ditemukan banyak kamar kamar yang disewakan jam jaman ya hanya untuk kegiatan kegiatan yang mengarah kepada prostitusi," ucapnya di lokasi, Rabu (4/9/2019).

Namun tak adanya tempat relokasi membuat warga beranggapan jika Pemkab Bogor tidak memiliki hati nurani.

Puluhan bangunan tanpa izin di kawasan Naringgul Puncak Bogor dibongkar, Rabu (4/9/2019).
Puluhan bangunan tanpa izin di kawasan Naringgul Puncak Bogor dibongkar, Rabu (4/9/2019). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Karena dilokasi tersebut juga banyak rumah tinggal milik warga.

Bahkan warga terpaksa harus menitipkan barang baramg mereka di bedeng.

Saat malam tiba warga yang terkena dampak pun terpaksa harus membuat api nersama warga lainnya untuk menghangatkan badan.

"Pemerintahan macam apa ini, enggak punya nurani, relokasi enggak ada, ini barang barang nitip di bedeng, setiap malam untuk ngeangetin dudurukan disini, masak bareng warga," ujar warga Nurhasanah.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved