Alissa Wahid Kritik RKUHP Soal Korban Perkosaan, Gus Mus: Makanya Jangan Sembarang Pilih Anggota DPR

Menurut Alissa Wahid, korban perkosaan yang hamil akan jadi korban kedua kali karena RKUHP 2019.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Twitter dan Kompas TV
Alissa Wahid dan Gus Mus 

Alissa Wahid Kritik RKUHP Soal Korban Perkosaan , Gus Mus: Makanya Jangan Sembaran Pilih Anggota DPR

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus ikut menanggapi revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( RKUHP) yang jadi kontroversi.

Menurut Gus Mus, itulah mengapa kita jangan sampai sembarangan memilih orang yang ditugasi membuat undang-undang.

Hal itu disampaikan oleh Gus Mus di akun Twitter miliknya saat menanggapi Tweet Alissa Wahid, putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Alissa Wahid tampak mengomentari artikel di Kompas.com mengenai seorang gadis yang diperkosa oleh enam buruh di sebuah gudang.

Kemudian, Alissa Wahid pun mengaitkan berita tersebut dengan RKUHP yang sedang ramai dibicarakan.

Artikel itu berjudul "Pelajar yang Hamil 5 Bulan karena Diperkosa 6 Buruh Pilih Putus Sekolah".

Ini isi beritanya :

DP (17), pelajar asal Pariaman, Sumatera Barat, yang diperkosa enam buruh (sebelumnya empat) karena ketahuan mesum dengan pacarnya terus dirundung malang.

Selain mengalami trauma berat dan hamil lima bulan, DP memilih putus sekolah.

DP sebelumnya bersekolah di salah satu SMA di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

"Informasi terakhir, dia mengundurkan diri dari sekolah. Mungkin karena malu," kata Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman AKP Lija Nesmon yang dihubungi Kompas.com, Jumat (20/9/2019).

Lija mengatakan, saat ini pihaknya sudah menangkap sang pacar RZP (17) dan tiga buruh, SH (23), NR (25), dan JT (20).

YLBHI Sebut RKUHP Jangan Hanya Ditunda, tapi Juga Dibahas Ulang

Jokowi Minta Pengesahan RKUHP Ditunda, Ini Tanggapan Ketua DPR RI

"Tiga buruh lainnya kabur dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan," kata Lija.

Sebelumnya diberitakan, ketahuan mesum dengan pacar, seorang pelajar berinisial DP (17) dipaksa melayani nafsu bejat enam buruh di Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved