Dikubur Hidup-hidup Pakai Kain Kafan Selama 5 Hari, Begini Kondisi Mbah Pani saat Makam Dibongkar

Mbah Pani menjalani ritual topo pendem dengan dikubur hidup-hidup selama lima hari.

Dikubur Hidup-hidup Pakai Kain Kafan Selama 5 Hari, Begini Kondisi Mbah Pani saat Makam Dibongkar
tangkapan layar Youtube Tribun Jateng
Mbah Pani melakukan topi pendem atau topo pendem dengan dikubur hidup-hidup selama lima hari. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tapa pendem atau bertapa yang dilakukan Supani alias Mbah Pani (63) membuat heboh masyarakat Jawa Tengah.

Mbah Pani dikubur hidup-hidup dengan menggunakan kain kafan selama lima hari.

Tubuh Mbah Pani diangkat dari dalam liang lahat pada Jumat (20/9/2019) malam.

Ditemui usai acara manaqiban (pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani) di rumahnya yang diikuti para tetangga dan kerabat, Mbah Pani mengaku belum bisa berbicara banyak.

"Sebelumnya saya minta maaf sebesar-besarnya. Kepala saya masih sakit. Kalau besok saya sudah fit dan sudah siap, saya siap membicarakan hal ini," ungkap Mbah Pani dalam bahasa Jawa halus.

Mbah Pani mengaku bersyukur dirinya diberi kekuatan oleh Allah dalam menjalani tirakat tapa pendem yang sudah kesepuluh kali dan merupakan penutup ini.

Ibu Muda Lahirkan Bayi Hasil Hubungan Gelap, Bingung Siapa Ayahnya Lalu Dikubur: Saya Menyesal

"Alhamdulillah saya dikuatkan lima hari lima malam.

Bisa kuat sampai diangkat, sampai sekarang.

Bisa kuat atas kekuasaan Allah," ucapnya dikutip dari TribunJateng.com

Mbah Pani juga bersyukur karena pelaksanaan ritual tapa pendem didukung Kepala Desa Bendar dan jajarannya, kepolisian, Kapolsek, Koramil, dan warga sekitar.

Mbah Pani melakukan ritual topo pendem atau tapa pendem dengan dikubur hidup-hidup selama lima hari.
Mbah Pani melakukan ritual topo pendem atau tapa pendem dengan dikubur hidup-hidup selama lima hari. (tangkapan layar Youtube Tribun Jateng)
Halaman
1234
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved