Mahasiswa FKH IPB Bahas Food Borne Disease, Ini Dampak Makanan Terkontaminasi Bagi Tubuh

Food borne disease adalah penyakit yang disebabkan oleh makanan terkontaminasi baik secara biologis, kimia, maupun fisik.

Mahasiswa FKH IPB Bahas Food Borne Disease, Ini Dampak Makanan Terkontaminasi Bagi Tubuh
Humas IPB
Food borne disease adalah penyakit yang disebabkan oleh makanan terkontaminasi baik secara biologis, kimia, maupun fisik. 

Drh Sri Hartati, MSi, Ketua Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia (Askemaveti) mengatakan, makanan asal hewan kaya akan protein.

Hal ini pula yang menjadikannya pangan yang disukai.

Namun, di balik itu semua, pangan asal hewan menjadi tempat yang sangat baik untuk pertumbuhan mikroba.

Setiap orang, jelas drh Sri, sangat berpotensi untuk terpapar food borne disease.

Setiap hari orang makan, dan setiap makanan memiliki potensi besar terkontaminasi.

Sementara menurut Dr drh Herwin Pisestyani, dosen IPB University dari Fakultas Kedokteran Hewan dan peneliti di bidang food borne disease, sebanyak enam orang meninggal akibat food borne disease pada tahun 2018 di Indonesia.

Tahun 2016 tercatat 61 kasus fatal berkaitan dengan penyakit ini.

Data tersebut mendukung bahwa food borne disease bukanlah masalah yang sepele.

Penyebab dari penyebaran penyakit ini adalah makanan yang tidak dimasak secara matang, makanan yang terlalu lama dibiarkan di tempat terbuka, dan kebersihan dari pelaku yang memasak.

“Manusia dapat mencemari makanan sebesar 100-1000 kuman per menitnya,” jelas Drh Herwin.

Untuk itu, sangat penting untuk memastikan bahan yang kita makan aman dari zat pencemar, menjaga kondisi dapur, memisahkan alat memasak antara pangan asal hewan dengan pangan lainnya, juga kebersihan diri ketika ingin memasak. “Intinya adalah hidup bersih,” ujarnya.(*)

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved