Breaking News:

Motif Sopir Angkot Habisi Nyawa Pelajar SMA di Bengkulu, Pelaku Ungkap Alasan Lepas Baju Korban

Kasus penemuan jasad pelajar SMA di Bengkulu terungkap. Ternyata korban pembunuhan. Polisi ungkap motif pelaku.

KOMPAS.COM/FIRMANSYAH
Tengkorak kepala pelajar Astrid, korban penculikan dan mutilasi pelaku Yo, seorang sopir angkot di Bengkulu. 

Pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran ingin mengambil motor korban.

Berdasarkan pengakuannya, baju korban dilepas bukan karena ingin mencabuli korban yang sudah meninggal dunia.

Namun pelaku mengaku takut ada sidik jarinya menempel pada tubuh korban.

"Rencananya uang hasil penjualan motor korban tersebut akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap Yo.

Dilacak Melalui Akun Medos

Terungkapnya kasus pembunuhan terhadap pelajar asal Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu ini setelah polisi melakukan pelacakan.

Sempat Dilaporkan Hilang Disekap 3 Hari, Siswi SMP Ini Akhirnya Buka Suara Soal Kejadian Sebenarnya

Virus Corona Menyebar ke-12 Negara & Tewaskan 41 Orang, Berasal dari Hewan dan Menular Lewat Mata

Pasutri Bunuh Ibu Guru di Jombang, Istri Pura-pura Cari Kos, Suami Masuk Lewat Pintu Belakang

Orangtua Balita Tanpa Kepala Sebut Anaknya Tewas Bukan Karena Kelalaian: Motif Kami Berbeda

Menurut Kapolres, penangkapan pelaku setelah dilacak melalui akun facebook kroban.

Ia ditemukan tinggal kepala tengkorak dan bagian kaki di Jembatan Air Merah Desa Air Merah, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Selasa (21/1/2020).

"Penangkapan pelaku berdasarkan akun facebook korban yang masih aktif sementara korban telah dinyatakan hilang," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rah

YO merupakan sopir angkot yang sering dinaiki korban.

Saat ini, YO ditahan di Mapolres Renjang Lebong untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres pun menjelaskan kronologi awal mula penemuan tengkorak kepala dan kaki diduga AS.

Menurut Kapolres, temuan itu berdasarkan pengakuan tersangka Yo yang kini ditahan di Mapolres Rejang Lebong.

"Berdasarkan keterangan pelaku, korban diculik pada November 2019, korban sempat disekap di rumah pelaku," jelas Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika di lokasi penemuan tengkorak korban, Rabu (23/12020).

Tak hanya itu, pelaku juga mengaku membuang jasad korban di sungai.

"Lalu pada penyidik pelaku mengaku membuang potongan kepala dan jasad korban di sungai," terang AKBP Jeki.

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved