Panji Petualang Ungkap Penyebab Pawang Ular Tewas Digigit King Cobra: Indonesia Tak Ada Anti Bisanya
Menurut Panji Petualang, penyebab tewasnya sang pawang ular yakni karena ia masih berinteraksi setelah digigit King Cobra.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Setelah digigit, Norjani masih tampak biasa saja.
Ia bahkan masih sempat tertawa.
Malahan Norjani juga menolak untuk diobati.
Setelah digigit king kobra, Norjani alami demam sekitar pukul 18.00 WIB.
Ia kemudian dilarikan ke Klinik Susteran di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Norjani juga sempat mendapat perawatan medis.
Namun sayang, nyawanya tak tertolong.
• Kepanikan Irfan Hakim saat King Kobra Peliharaan Panji Petualang Hendak Menerkam: Itu Hidup dan Mati
• Panji Petualang Digigit Ular King Cobra, Jari Berdarah dan Tubuhnya Lemas, Begini Kondisi Terbaru
"Korban kemudian meninggal dunia dan dimakamkan hari ini," ujar Kapolsek Toho Iptu Dede Hasanuddin, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (27/1/2020).
Menanggapi hal itu, Panji Petualang pun membuat video di Instagramnya @panjipetualang_real.
Menurut Panji Petualang penyebab pertama tewasnya sang pawang yakni karena telatnya pengamanan.
"Jadi ketika digigit dari yang panji lihat di videonya tersebut, pawang itu bukannya sigap melakukan imobilisasi untuk pertolongan pertama, tapi dia malah masih berkomunikasi dengan rekannya dan masih memegang ularnya," jelas Panji Petualang.
Hal itu lah yang menurut Panji Petualang membuat bisa King Cobra yang ada di tubuh sang pawang ular menyebar dengan cepat.
Padahal jika langsung dilakukan imobilisasi, masih ada harapan sang pawang ular bisa sembuh.
"Jadi sebetulnya ketika kita digigit ular itu imobilisasi sudah harus langsung dilakukan, karena itu bisa banget menolong kita, ada harapan untuk kita sembuh. Karena jujur, kuncinya ketika kita terkena gigitan ular, pertolongan pertama itu adalah hukum wajib bagi kita selain anti bisa," ungkap Panji Petualang.
Kemudian faktor keduanya yakni tidak tersedianya anti bisa King Cobra di negara kita.