Panji Petualang Ungkap Penyebab Pawang Ular Tewas Digigit King Cobra: Indonesia Tak Ada Anti Bisanya
Menurut Panji Petualang, penyebab tewasnya sang pawang ular yakni karena ia masih berinteraksi setelah digigit King Cobra.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
"Tidak adanya anti bisa King Cobra di rumah sakit, di setiap daerah di Indonesia, karena memang anti bisa kita itu di Indonesia hanya ada 1 anti bisa untuk mengobati 3 gigitan ular, yaitu cobra biasa, ular tanah dan ular welang," jelas Panji Petualang.
Hal ini pun berulang kali disampaikan oleh Panji Petualang di Youtube miliknya, bahwa di Indonesia tidak ada anti bisa ular King Cobra.
• Panji Petualang Digigit Ular King Kobra Garaga Sampai Jarinya Sobek, Begini Kondisinya Sekarang
• Berapa Tinggi Demam yang Jadi Gejala Terjangkit Virus Corona ? Ini Jawaban Dokter
Ia juga berulang menjelaskan kalau King Cobra tidak menyeburkan bisanya seperti cobra biasa.
Kemudian Panji Petualang juga meminta para orangtua untuk tidak membiarkan anak-anaknya menonton tayangan Youtube miliknya tanpa pengawasan.
"Lalu ada lagi banyak anak kecil korban gigitan ular, di Bandung, Pontianak, Indramayu, dan mirisnya menurut beberapa pihak anak yang terkena gigitan tersebut karena meniru Panji dan Garaga. Di sini Panji mau memberikan klarifikasi, konten kreator padahal banyak, tapi karena Panji yang lebih banyak jadi panji yang kena. Apapun yang dilihat anak dan ditiru pasti bahaya untuk itu peran aktif orangtua sangat diperlukan," beber Panji Petualang.
Ia juga menegaskan kalau konten yang ia buat bukan untuk anak-anak.
"Saya sendiri bikin konten bukan untuk anak, melainkan untuk orang dewasa, makanya di peraturan Youtube baru saya tegaskan bahwa konten saya bukan untuk anak, berarti anak di bawah usia 10 tahun tidak bisa mengakses saya. Youtube sudah menyediakan youtube kids, dan anak harus nonton youtube itu," tambahn Panji Petualang.