Breaking News:

Prabowo Bersikap Ini saat Diajak Diskusi, Mahfud MD Tak Ragu Tegur: Kalau Ada Kesalahan Saya Marahi

Mahfud MD mengaku tidak segan menegur beberapa sosok yang sempat dianggap tak akan bisa cocok bekerja dengannya, seperti Prabowo Subianto.

Kolase Instagram @mohmahfudmd/ Wartakota
Mahfud MD dan Prabowo Subianto 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mengaku masih garang, Mahfud MD berujar bahwa dirinya tidak segan menegur beberapa Menteri yang menjadi bawahannya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu bahkan dengan tegas mengaku telah memanggil beberapa pimpinan seperti Kejaksaan Agung hingga Kapolri.

Tak hanya itu, Mahfud MD pun berujar bahwa ia tidak segan menegur beberapa sosok yang sempat dianggap tak akan bisa cocok bekerja dengannya, yakni Prabowo Subianto.

Cerita itu diurai Mahfud MD saat menjadi narasumber di tayangan Mata Najwa Trans 7 edisi Rabu (29/1/2020).

Dilansir TribunnewsBogor.com, Mahfud MD awalnya ditanya oleh Najwa Shihab soal sikap kritis.

Dijelaskan Najwa Shihab, Mahfud MD dulu dikenal sebagai sosok yang garang lagi kritis.

TONTON JUGA : 

Karenanya, ketika sekarang sudah masuk ke lingkup pemerintahan, Najwa Shihab penasaran apakah Mahfud MD masih bisa bersikap garang atau tidak.

"Dulu disebutnya garang di luar, sekarang sudah masuk ke sistem memang sudah tidak mungkin garang atau sebetulnya Anda masih garang tapi di dalam dan kita tidak tahu ?" imbuh Najwa Shihab.

 Kasus Terorisme Semakin Turun, Menko Polhukam Mahfud MD Minta Tetap Waspada

 Mahfud MD Tolak Tawaran Kerjasama dari Amerika Demi Hindari Perang dengan China

Mendengar ulasan Najwa Shihab, Mahfud MD pun dengan yakin menjawabnya.

Diakui Mahfud MD, ia masih menjadi sosok yang garang.

Termasuk ketika berhadapan dengan beberapa Menteri seperti Menteri Keuangan hingga Kapolri.

"Saya kira masih garang juga. Itu kan tergantung," pungkas Mahfud MD.

"Ke menteri siapa garangnya Pak ? Ke Menteri bawahan ?" tanya Najwa Shihab.

"Ke siapa saja. Ke Menteri Keuangan juga, ke siapa saja. Ke luar misalnya ke Kejaksaan Agung, saya panggil, Kapolri saya panggil," ucap Mahfud MD.

Penasaran dengan jawaban Mahfud MD, Najwa Shihab lantas menyinggung sosok Prabowo Subianto.

Najwa Shihab ingin tahu, apakah Mahfud MD juga berani bersikap garang kepada Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan.

"Ke Menteri Pertahanan garang juga ?" tanya Najwa Shihab.

"Oh Menteri Pertahanan bagus, garang juga," ucap Mahfud MD.

Menjelaskan lebih lanjut, Mahfud MD mengaku bahwa sempat ada pihak yang ragu soal kerjasama antara sang Menkopolhukam dengan Prabowo Subianto.

Namun diakui Mahfud MD, Prabowo Subianto adalah sosok yang sportif.

"Saya ceritakan. Ada orang yang ragu, Pak Mahfud tuh apa bisa cocok dengan Pak Prabowo ? Pak Prabowo itu kan TNI senior dan partainya besar. Tapi Pak Prabowo itu militer loh. Militer itu pada umumnya sportif," ucap Mahfud MD.

 Jokowi Bela Prabowo soal Kritik Kunjungan ke Luar Negeri : Ada yang Belum Ngerti Diplomasi

 Arief Puyuono Ungkap Prestasi Prabowo di 100 Hari Jokowi-Maruf, Yunarto Wijaya Tertawa Lebar

Lebih lanjut, Mahfud MD pun bercerita soal momen ketika ia mengajak Prabowo Subianto berdiskusi.

"Suatu saat saya ketemu Pak Prabowo, ( Mahfud MD bilang ke Prabowo Subianto) 'Pak saya mau ke kantor Bapak lah, mau diskusi'," pungkas Mahfud MD.

Diajak Mahfud MD berdiskusi, Prabowo Subianto pun mengurai respon yang membuat sang Menkopolhukam terkejut.

Prabowo Subianto diakui Mahfud MD langsung melayangkan hormat keapdanya.

"Dia berdiri hormat (sambil mengatakan) 'saya yang menghadap Bapak. Bapak atasan saya'. Gitu bilangnya. Dan Dia betul datang ke kantor saya, diliput oleh media. Artinya Dia sportif juga," kata Mahfud MD.

Mahfud MD peragakan gestur Prabowo Subianto saat diajak diskusi
Mahfud MD peragakan gestur Prabowo Subianto saat diajak diskusi (Youtube channel Najwa Shihab)

Berkaca pada hal itu, Mahfud MD pun mengurai pujian kepada Prabowo Subianto.

Kendati demikian, Mahfud MD mengaku tak akan sungkan memarahi Prabowo Subianto.

 Prabowo ke Luar Negeri, Gerindra Minta PKS Jangan Genit

 Jokowi Isyaratkan Sandiaga Uno di Pilpres 2024, Begini Respon Prabowo

Jika nantinya Prabowo Subianto melakukan kesalahan, Mahfud MD berujar bahwa ia tidak akan ragu menegur sang menteri.

"Jadi Pak Mahfud mau memarahi kalau ada kesalahan, tidak ada rasa sungkan ?" tanya Najwa Shihab.

"Ndak ada rasa sungkan," kata Mahfud MD.

"Jadi pernah memarahi ( Prabowo Subianto) ?" tanya Najwa Shihab lagi.

"Tidak pernah. Karena memang belum ada kesalahan. Kalau ada saya marahi itu meskipun Pak Prabowo," pungkas Mahfud MD seraya tersenyum.

FOLLOW US :

Terkait Dugaan Korupsi Asabri, Mahfud MD Bakal Panggil Erick Thohir

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memanggil Menteri BUMN Erick Thohir dan menteri terkait lainnya, dalam waktu dekat.

Pemanggilan itu terkait dengan isu munculnya korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri (Persero).

"Minggu ini (akan dipanggil). Masih di luar negeri Pak Erick dan sebagainya. Nanti kami akan panggil," ujar Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Mahfud MD memastikan, penelusuran soal kasus korupsi Asabri ini akan terus dilakukan.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan bahwa seluruh kasus korupsi harus dibongkar. Tidak hanya dibongkar, tetapi juga kasus tersebut harus dibawa ke pengadilan.

"Nanti kami akan proporsional. Kalau kasus itu sudah ada, nanti ada jalur hukumnya ke mana, yang melakukan tindakan siapa-siapa, itu sudah ditentukan oleh UU," kata dia.

Menurut Mahfud MD, persoalan korupsi, termasuk Asabri, juga telah melukai hati semua orang.

Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki prajurit yang pergi jauh dari keluarga untuk mencari nafkah tetapi sesudah pensiun tidak punya rumah dan harus keluar asrama karena prajurit lainnya akan masuk.

 Intip Ramalan Zodiak Hari Ini 30 Januari 2020 - Siap-siap Ada yang Bakal Memperoleh Kesuksesan !

 Tak Dapat Hadiah Padahal Juara 1 Lomba Lari 21 Km, Siswi SD : Saya Menangis dan Capek

Lebih jauh, Mahfud MD mengatakan, PT Asabri semula berbentuk yayasan bernama Yayasan Asuransi Sosial ABRI.

Kemudian, yayasan tersebut berubah menjadi PT karena pada tahun 1998 terjadi korupsi yang terpidananya adalah pihak swasta dan tentara aktif.

"Sekarang kok terjadi lagi setelah negara mengeluarkan uang untuk prajurit. Tampaknya itu akan banyak juga menjadi porsi perhatian Pak Menhan dan secara proporsional harus begitu. Kami akan secepatnya," kata dia.

Sebelumnya, Mahfud MD menyebutkan bahwa terdapat isu korupsi di asuransi yang diperuntukkan bagi anggota TNI itu.

Nilainya pun tidak kalah besar dengan Jiwasraya, yakni mencapai Rp 10 triliun.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun," ujar Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/1/2020) lalu.

Sebagai informasi, saham-saham milik PT Asabri mengalami penurunan sepanjang 2019.

Bahkan, penurunan harga saham di portofolio milik Asabri terjadi sekitar 90 persen.

Misalnya, harga saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang terkoreksi 95,79 persen di 2019 lalu ke level Rp 326.(*)

Penulis: khairunnisa
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved