Sidang Anjing Masuk Masjid

Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid Disoraki : Ketemu di Jalan Saya Teriakin Orang Gila

Beberapa saat setelah Ketua Majelis Hakim menutup persidangan, terdakwa SM langsung disoraki sejumlah warga yang menghadiri sidang tersebut.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wanita pembawa anjing masuk masjid 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Terdakwa kasus anjing masuk masjid di Bogor divonis bebas oleh majelis hakim di Ruang Sidang Kusumah Atmaja, Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (5/2/2020).

Beberapa saat setelah Ketua Majelis Hakim menutup persidangan, terdakwa SM langsung disoraki sejumlah warga yang menghadiri sidang tersebut.

"SM namanya ya, ketemu di jalan saya teriakin orang gila !" teriak salah satu warga yang hadir di ruang sidang yang langsung ditenangkan oleh sejumlah aparat.

Warga yang lainnya juga turut meneriaki terdakwa SM.

Sampai akhirnya aparat menyuruh mereka segera untuk keluar ruangan.

sejumlah warga yang mengawal sidang putusan kasus anjing masuk masjid di Pengadilan Negeri Cibinong
sejumlah warga yang mengawal sidang putusan kasus anjing masuk masjid di Pengadilan Negeri Cibinong (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

"Mudah-mudahan gila beneran ! Dia pura-pura gila," kata warga yang lain saat yang kemudian disuruh petugas untuk segera keluar ruangan sidang.

SM yang saat itu beranjak meninggalkan ruangan juga sempat merespon teriakan warga tersebut.

Dia merespon dengan cara menoleh ke kebelakang ke arah kerumunan warga yang meneriakinya dengan ekspresi wajah yang datar.

Ekspresi wajah SM belum berubah ketika dia kembali menoleh merespon teriakan warga lainnya untuk kedua kalinya saat berjalan kaki ke arah pintu ke luar ruangan.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa SM, wanita bawa anjing masuk masjid di Bogor divonis bebas di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (5/2/2020).

Dalam sidang yang berlangsung selama sekitar 1 jam ini, dipastikan bahwa SM terbukti mengalami gangguan jiwa skizofrenia paranoid.

Ketua Majelis Hakim Indra Meinantha Vidi mengatakan bahwa SM terbukti bersalah karena tindak pidana penodaan agama.

Namun karena terdakwa mengalami gangguan jiwa, sesuai pasal 44 KUHP, tindak pidana yang dilakukan terdakwa SM tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada SM.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved