Heboh Perempuan Bisa Hamil di Kolam Renang, Ini Penjelasan dr Yassin dan dr Fransiska di Perancis
Menurut dua dokter yang hits di media sosial itu, hal tersebut tentu saja tidak dibenarkan secara logika dan ilmu yang mereka miliki.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Belakangan ini, publik dibuat heboh dengan pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty yang menyatakan bahwa perempuan bisa hamil saat berada di kolam renang.
Hal itu tentu saja membuat beberapa dokter ikut buka suara menanggapi hal tersebut.
Di antaranya seorang Youtuber juga dokter di Perancis, dr Fransiska.
Ia merupakan dokter asal Indonesia yang menjadi dokter umum di Perancis dan cukup aktif di Youtube.
Pada kanal Youtube-nya, dr Fransiska kerap membagikan beberapa tips dan informasi yang berhubungan dengan kehamilan.
Kali ini, ia pun tertarik untuk membahas pernyataan Sitti Hikmawatty soal hamil di kolam renang tersebut.
"Gw share ini (berita) sama dokter Perancis dan dokter dari Maroko, sebenarnya bukan maksud untuk mempersalahkan statement tersebut, karena kalian simak videonya full, sebenarnya akhir videonya itu sangat bagus untuk mengajarkan seks education pada anak, itu sangat bagus. Cuma yang menggelitik itu awal statement mengenai kalau berenang di kolam campur, wanita itu punya resiko untuk hamil kalau misalnya ada pria yang tiba-tiba ejakulasi," tutur dr Fransiska, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube DOKTER FRANSISKA DI PERANCIS, Senin (24/2/2020).
Menurut dia, mitos seperti itu tak hanya berkembang di Indonesia, tapi di luar negeri juga.
"Sebenarnya berita ini bukan hanya di Indonesia, di luar negeri pun banyak berita kayak gini, anak pulang-pulang bilang mamah aku hamil gara-gara kemarin berenang," kata dia.
Ia pun kemudian membahas secara teori mengenai kebenaran dari hal tersebut.
• Namanya Sampai Trending karena Pernyataan Kehamilan di Kolam Renang, Sitti Hikmawaty Buka Suara
• Soroti Ucapan Komisioner KPAI soal Wanita Bisa Hamil Bila Berenang Bareng Pria, Alissa Wahid Heran
"Terorinya, sperma itu memang jago berenang, cuma kalian harus tahu berapa banyak sperma yang dibutuhkan untuk bisa membuahi sel telur, itu banyak banget ya, berjuta-juta untuk bisa membuahi sel telur," ucapnya.
Kemudian ia pun mengajak penontonnya untuk berbicara secara logika, di luar dari penelitian yang disampaikan oleh Sitti Hikmawatty.
"Logikanya, di dalam kolam renang, kalian tahu kolam renang itu ada kaporit, ada klorin dalam artian bisa membunuh, kita gak usah ngomongin sperma yang kecilnya harus dilihat pakai mikroskop, kulit aja kalau lama berendem bisa jadi keriput, mata bisa perih, bayangkan kalau itu kena sperma ya mati donk," tuturnya.
Di samping itu, kata dr Fransiska, selain jumlahnya yang harus banyak, dibutuhkan juga sperma yang benar-benar kuat untuk bisa membuahi sel telur.
"Seperti kata ibu (Sitti Hikmawatty) tersebut, ya tapi sekuat apa. Karena sekali lagi, sperma ini dia itu sangat rapuh, kita harus betul-betul perhatikan suhu, suhu terlalu panas atau dingin bisa mati, jadi perlu suhu yang optimal," ujarnya.
Selain suhu, perlu diperhatikan juga mengenai PH dari air kolam tersebut.
"Bayangkan di kolam renang, suhunya kadang terlalu dingin, kadang terlalu panas, itu kita nggak bisa ambil kayak gitu, kemudian yang kedua PH, tingkat keasaman, basa, penting. Terlalu asam, terlalu basa juga bisa mati," jelasnya.
Untuk itu menurut dia, secara logika dan ilmu yang ia miliki saat ini, tidak mungkin sperma bisa membuahi seorang wanita di dalam kolam renang.
"Makanya logikanya, kalau untuk ilmu yang gw punya sekarang seperti itu, nggak tahu kalau ada penelitian terbarunya seperti apa. Makanya gw bilang kalau kalian punya informasi yang lebih up to date bisa langsung dishare supaya orang lain tahu jadi nggak sesat ilmunya," kata dia.
Selain itu, ia juga meragukan kalau sperma bisa menembus pakaian renang.
• Penjelasan Lengkap Dokter Spesialis Obstetri tentang Berenang Bareng Pria Sebabkan Kehamilan
• Mitos Hamil Menular Ternyata Bisa Terjadi, Ini Penjelasannya
"Tambahan lagi, kalian kalau renang kan pakai baju renang ya, sekarang bagaimana caranya itu sperma bisa menembus baju renang kalian, sedangkan kita tahu kolam renang itu sangat elastis gitu loh. Emang sih ukuran sperma sangat kecil, tapi kecil kemungkinan untuk bisa menembus baju renang untuk bisa membuahi. Berapa banyak dan berapa jauh dia harus bisa membuahi. Logikanya seperti itu," tutupnya.
Tak hanya dr Fransiska, ahli kesehatan lainnya juga berpandangan yang sama.
Hal itu disampaikan oleh dokter spesialis kandungan RS Pondok Indah Jakarta, dr Yassin Yanuar M Ilham Bintang, SpOG, atau yang akrab disapa dr Yassin.
Di media sosial Instagram, dr Yassin cukup populer di kalangan wanita dan ibu-ibu yang sedang merencanakan kehamilan.
Menurut dia, perempuan bisa hamil saat berada di kolam renang itu hanya mitos dan tidak berdasar secara ilmiah.
Kolam renang tidak bisa menjadi perantara bagi sperma menuju ke saluran reproduksi perempuan.
"Kalau buat saya, siapapun yang ngomong, intinya saya rasa itu bagian dari mitos yang dipercaya masyarakat sejak zaman dulu," katanya sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Senin (24/2/2020).
"Mitos itu ya dengan sendirinya ya mitos, dia hanya pemahaman-pemahaman orang awam yang tidak pernah terbukti kebenarannya dan tidak memiliki dasar ilmiah sehingga pemikiran tersebut boleh diabaikan," sambung dr Yassin.
Dia menyebut bahwa proses reproduksi atau pembuahan sangatlah kompleks.
Cairan sperma yang dikeluarkan oleh laki-laki akan mengering dalam beberapa menit. Ketika mengering, secara otomatis kandungan spermanya akan mati dan tidak aktif.
• Nikita Mirzani Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan KDRT Hari Ini
• 7 Hari Ashraf Sinclair, Aishah Sinclar Janji Jaga BCL dan Noah: Seperti Selalu Kamu Lakukan Untukku
"Sperma itu begitu dikeluarkan ke lingkungan luar tubuh, beda suhu, beda lingkungan, langsung mati dia. Gak berapa lama. Sehingga saat dia dilepaskan di kolam renang pun nggak akan memiliki kemampuan mencari jalan sendiri dan membuahi. (Pernyataan wanita bisa hamil karena berenang bersama laki-laki) itu tidak berdasar dan tidak memiliki kebenarannya," terang dia.
Sekalipun sperma kuat dan wanita mengalami masa subur, lanjut dr Yassin, dipastikan pembuahan tidak akan terjadi sepanjang tidak terjadi hubungan seksual.
"Apapun kondisinya udah pasti nggak akan bisa. Itulah yang saya bilang kecuali bikin anak di kolam renang. Ya dia hubungan seksual ya itu beda lagi. Tapi kalau ini kan berenang bersama lalu dikhawatirkan ada enjakulasi dini diam-diam lalu pemikirannya spermanya bisa berjalan sendiri melewati atau membuahi secara tidak sadar. Gak mungkin begitu. Secara ilmiah jelas tidak mungkin," jelas dia.
Hamil di Kolam Renang Mitos Sejak Dulu
Menurut dr Yassin, pemikiran yang mengatakan kolam renang dapat menjadi mediasi atau perantara sperma sehingga dapat menyebabkan wanita yang berenang hamil telah ada sejak zaman dulu.
Pemikiran itu menjadi bagian mitos yang berkembang di masyarakat.
Yassin mengungkapkan saat dirinya mem-posting di akun instagramnya bahwa kolam renang tidak bisa menjadi perantara sperma, banyak warganet yang memberi respons bahwa mereka menjadi korban dari mitos tersebut.
"Setelah saya nge-post tadi, nggak mungkin (berenang bareng bisa hamil), banyak yang merespons,'oh gara gara mitos ini jadi saya nggak bisa, takut berenang'." katanya.
Baca Juga: KPAI Klarifikasi Soal Perempuan Bisa Hamil Saat Renang Bareng Laki-Laki
"Jadi dari kecil banyak netizen yang mengaku bahwa dia gak bisa berenang saat dewasa karena waktu kecil takut berenang karena takut hamil. Saya rasa ini bagus juga ini di-share ke masyarakat. 'Ini mitos saya zaman waktu SD ni. Saya percaya lho'," sambungnya.
Lantaran mitos, dr Yassin meminta pendapat yang menyebut wanita berenang di kolam renang bersama lali-laki bisa hamil untuk diabaikan.
"Jadi pernyatan itu mitos yang tidak benar, abaikan saja," tegas dia.
Diberitakan sebelumnya, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty menyatakan perempuan bisa hamil saat berada di kolam renang.
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan pemikiran ini ia dapatkan dari referensi jurnal luar negeri.
Namun, Sitti belum mengungkap lebih jelas referensi yang dibacanya.
Ia mengatakan secara tidak langsung misalnya ada sebuah mediasi di kolam renang, perempuan bisa saja hamil. (TribunnewsBogor.com/Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dr-yassin-dan-dr-fransiska.jpg)