Breaking News:

Mitos Hamil Menular Ternyata Bisa Terjadi, Ini Penjelasannya

Konteksnya sama, yaitu membahas tentang perilaku sosial perempuan dewasa yang melahirkan anak pertama di usia 25 tahun.

shutterstock
ilustrasi hamil 

Analoginya seperti ini. Mungkin saja di sebuah lingkaran pertemanan yang sama-sama sudah menikah, konsep hamil atau memiliki anak belum terlintas karena banyak pertimbangan lain.

Namun ketika ada satu atau lebih di antara mereka yang hamil, melahirkan, hingga akhirnya menjadi seorang ibu, hal itu bisa memengaruhi keputusan mereka yang belum.

Mereka yang tadinya tidak yakin, menjadi yakin. Mereka yang tadinya ragu, menjadi semakin mantap.

Terlebih, kehamilan pertama juga memberikan beragam dampak. Pertama, jelas urusan finansial.

Pengeluaran akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan saat belum hamil.

Kedua dan yang paling penting dalam kaitannya dengan “hamil menular” adalah dampak sosial.

Gaya hidup, pertemanan, hingga karir seseorang tak akan lagi sama seperti sebelumnya.

Ibaratnya ketika menjadi orangtua, mereka tak bisa lagi leluasa menonton konser hingga larut malam.

Karir pun kadang menjadi prioritas kesekian ketika ada urusan yang lebih penting terkait anak. Pertemanan? Kadang waktu untuk sekadar berkumpul saja menjadi langka.

Manfaat Konsumsi Jambu Air untuk Ibu Hamil, Termasuk Bagus untuk Kontrol Tekanan Darah

Jelas, ada banyak dampak atau cost sosial yang harus dikorbankan.

Halaman
1234
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved