Breaking News:

Mitos Hamil Menular Ternyata Bisa Terjadi, Ini Penjelasannya

Konteksnya sama, yaitu membahas tentang perilaku sosial perempuan dewasa yang melahirkan anak pertama di usia 25 tahun.

shutterstock
ilustrasi hamil 

Pada tahap ini, ada mekanisme yang membuat seorang sahabat bisa merasa ingin melakukan hal yang sama.

Ada 3 mekanisme ‘penularan’ perilaku ini, yaitu: Social influence Konsensus dalam satu lingkaran pertemanan dapat berpengaruh terhadap perilaku mereka yang termasuk di dalamnya.

Ibu Hamil Dilarang Nyetir Mobil Sendirian, Ini Resikonya

Seorang perempuan tak ingin merasa “tertinggal” ketika teman-teman lainnya telah mengemban peran baru sebagai seorang ibu.

Social learning Ketika seseorang belajar dari temannya, termasuk dalam urusan transisi menjalani peran baru sebagai ibu atau orangtua.

Cost-sharing Ada keuntungan finansial ketika bisa berbagi atau berkoordinasi dalam urusan mengurus anak atau aktivitas-aktivitas seputar hal tersebut.

Mengulik penelitian satu dekade Penelitian yang semakin mematahkan mitos hamil itu menular dilakukan terhadap 1,720 perempuan yang berpartisipasi dalam National Longitudinal Study of Adolescent Health (ADD Health) di Amerika Serikat.

Tidak tanggung-tanggung, penelitian ini dilakukan selama satu dekade sejak pertengahan tahun 1990an hingga pertengahan tahun 2000.

Usia mereka di awal penelitian sekitar 15 tahun hingga 10 tahun kemudian ketika berusia 25 tahun.

Selama wawancara, mereka diminta menuliskan 10 lingkaran pertemanan. Fokus utama penelitian adalah pertemanan di masa SMA.

Hasilnya, keinginan seseorang untuk hamil naik dengan signifikan ketika temannya mengalami hal yang sama.

Bahkan hal ini akan terus dirasakan hingga 2 tahun lamanya.

Berpengaruh terhadap jumlah anak Lebih jauh lagi, ternyata pengaruh pertemanan tak hanya seputar keputusan hamil atau tidak.

Bahkan berapa jumlah anak juga bisa dipengaruhi sebuah lingkaran pertemanan.

Berbeda satu dan lain, mekanisme sosial setiap lingkaran pertemanan bisa saja berpengaruh terhadap keputusan memiliki anak banyak atau tidak.

Makan Telur Setengah Matang Berbahaya Bagi Ibu Hamil? Simak Penjelasannya

Mereka bisa saja memiliki argumen tentang keuntungan memiliki anak banyak, atau justru punya alasan mengapa tak perlu memiliki anak lebih dari satu.

Kemudian, seperti yang disebutkan di awal artikel ini, hal ini hanya berpengaruh dalam lingkaran pertemanan.

Akan berbeda urusannya ketika sudah berkaitan dengan hubungan saudara.

Dalam masyarakat yang semakin mementingkan individualisme di era saat ini, kadang teman memegang posisi yang lebih penting dibandingkan dengan saudara atau anggota keluarga lainnya.

Keputusan yang diambil pun bisa berdampak lebih signifikan.

Jadi, masih percaya bahwa kehamilan menular adalah mitos hamil?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mitos Hamil Menular, Benarkah Demikian?"

Editor : Wisnubrata

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved