Breaking News:

Nasib Preman Aniaya Anggota TNI di Pasar hingga Babak Belur, Awalnya Pelaku Memaksa Minta Ayam

Seorang anggota TNI dikeroyok sejumlah preman di pasar. Polisi turun tangan amankan dua orang.

Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi pengeroyokan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang anggota TNI di Medan babak belur setelah dianiaya sejumlah preman pasar.

Peristiwa penganiayaan terhadap anggota TNI ini terjadi pada Minggu (1/3/2020) sekira pukul 02.00 WIB.

Korban yang diketahui berpangkat Praka ini dianiaya sejumlah preman di Pasar (pajak) Palapa Brayan, Kecamatan Medan Barat.

Saat itu, korban langsung dilarikan ke RS Imelda untuk mendapat perawatan.

Kemudian korban pun membuat laporan penganiayaan di Polsek Medan Barat.

Akibat peristiwa ini, seorang pria lainnya turut menjadi korban.

Hal itu disampaikan langsung Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Juniadi.

VIDEO Sopir Ambulans Bawa Jenazah Dipukul Pengendara Toyota Calya, Pelaku Kabur Setelah Menganiaya

Murid yang Aniaya Siswi SMP di Purworejo Susah Diatur, Kepsek Harap Selesai Secara Kekeluargaan

Kasus Anak Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Terkuak, Tukang Cilok Ungkap Mimpinya: Ternyata Benar

"Untuk korban ada dua orang yakni, Nanang Arianto (38) warga Jalan Pacul Dusun 8, Kelurahan Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat dan Bambang Zulkifli yang berprofesi sebagai TNI," ujarnya, Senin (2/3/2020).

Kronologi anggota TNI dikeroyok preman

Dilansir dari Tribun Medan, peristiwa itu bermula ketika korban datang ke Pajak Palapa membawa ayam menggunakan mobil untuk berjualan.

Saat itu, korban yang tengah cuti dari kedinasan ini hendak menurunkan ayamnya.

Kemudian tiba-tiba datang seorang preman berinisial A menghampiri korban dan diduga memalak.

Korban lantas meminta agar pelaku bersabar dan mengatakan bahwa dirinya adalah anggota TNI.

FOLLOW:

Namun pelaku yang merupakan preman ini tidak peduli dan merampas ayam di mobil korban.

"Kedatangan pelaku dengan tujuan meminta ayam potong kepada korban. Kemudian tanpa izin dari pemilik mobil, Aban memanjat mobil secara paksa untuk mengambil ayam potong milik korban," ujar Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Juniadi.

Setelahnya, perkelahian pun tak terhindarkan akibat dari tingkah pelaku.

"Sementara Nanang mencoba melerai perkelahian, tetapi datang teman dari Aban dengan inisial A alias AC (DPO) dan UM (DPO) menyerang kedua korban.

Ditagih Uang Kos, Gadis Pemandu Karaoke Tewas di Kamar Kos, Kondisi Kepala Ada di Keranjang Pakaian

Ayah Bakar Diri karena Cemburu hingga Anaknya Jadi Korban, Saksi Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong

Cerita Suami Wanita Hamil yang Tewas Ditabrak Mobil, Air Matanya Mengalir saat Kenang Hal Ini

Bocah SD Ditemukan Tewas di Bak Mandi, Diduga Dianiaya dan Dicabuli Sales Peralatan Rumah Tangga

Situasi bertambah ramai dan beberapa orang massa ikut memukuli kedua korban," katanya.

Lanjut Kapolsek, petugas kemudian datang ke lokasi dan mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku bernama Anwar alias Uli, sedangkan pelaku pengeroyokan lainnya melarikan diri.

"Terhadap dua orang korban yang terluka diberi pertolongan pertama di RS Imelda dan dilanjutkan dengan pembuatan LP di Polsek Medan Barat," sebutnya.

Pelaku ditangkap

Kini, dua pelaku dugaan penganiayaan terhadap anggota TNI itu berhasil diamankan polisi.

Kedua pelaku tersebut antara lain Anwar Efendi alias Uli (45) dan Rifandi alias Aban (39).

Anwar diketahui warga Jalan Mayor Pajak Palapa, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat. (diamankan di TKP).

DUA pelaku penganiaya oknum TNI, Praka B di Pasar Palapa Brayan yang diamankan polisi, Senin (2/3/2020).
DUA pelaku penganiaya oknum TNI, Praka B di Pasar Palapa Brayan yang diamankan polisi, Senin (2/3/2020). (TRIBUN MEDAN/HO)

Sedangkan Aban warga Jalan Palapa Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.

"Untuk penangkapan Aban, berlangsung pada Senin (2/3/2020) di Gg Perjuangan Pasar-8 Medan Marelan, tepatnya di rumah W Sinaga.

Penangkapan ini dilakukan oleh Personel Gabungan Polsek Medan Barat, Kodim 0201/BS dan Denpom I/5 Medan terhadap Aban yang merupakan pelaku utama pengeroyokan Praka Bambang Zulkifli," ucapnya.

Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa satu potong besi, baju dan celana yang berlumuran darah.

Sebelumnya kabar anggota TNI dianiaya ini sempat beredar di media sosial Instagram.

Kabar tersebut dibagikan akun @infokomando beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan postingannya, dijelaskan kronologi kejadian pengeroyokan terhadap anggota TNI itu.

Berikut kronologi kejadian yang ditulis akun @infokomando:

"Kronologi bermula saat Praka Bambang Zulkifli mengantarkan ayam yang akan dijual oleh saudaranya di Jl. Pajak Palapalink kemudian didatangi dua orang preman bernama Aban dan Ahmad minta jatah untuk dijadiman cemilan saat mabuk.

Karena baru buka dan berbenah, Praka Bambang belum bisa memberikan ayam dan akan memberikan nanti jika selesai.

Tak terima dengar jawaban Praka Bambang teman Anwar bernama Aban marah minta segera diberi ayam.

Praka Bambang pun mengaku dirinya anggota TNI. Bukannya mereda mereka malah memaki bambang dan sebut dirinya tidak takut dengan TNI apalagi dirinya adalah residivis yang kenyang keluar masuk penjara.

Mendengar jawaban itu Praka Bambang tersulut emosi lalu memukul Aban dan menahannya dengan seikat tali. Teman Aban lainnya bernama Ahmad mendekat dan minta maaf ingin Aban dilepaskan.

Setelah dilepas mereka kemudian pergi melaporkan kejadian ini ke Anwar Efendi alias Uli yang dianggap sebagai ketua preman diwilayah tersebut.

Alhasil mereka kembali dengan jumlah 15 orang lebih mengeroyok Praka Bambang dan saudaranya.

Toko tempat jualan juga tak lepas dari pengrusakan, mereka juga menggasak uang 18 Juta, Handphone dan barang lainnya untuk dibawa kabur.

Paska kejadian, Praka Bambang melaporkan hal ini ke Polsek Medan Barat. (@infokomando)."

(TribunnewsBogor.com/TribunMedan)

Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved