Teror Virus Corona
Tes Virus Corona atau Covid-19 Bisa Dilakukan Via Online di Aplikasi Ini, Begini Caranya !
Saat mengaktifkan layanan tersebut, pengguna langsung terhubung ke layanan cek Covid-19 yang ada di aplikasi Halodoc.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hal itu adalah salah satu upaya kedua platform besar yang ada di Indonesia tersebut dalam membantu menangani virus corona.
Nota kesepahaman kerjasama tersebut sudah diteken pada hari Senin, 23 Maret 2010.
Dengan adanya layanan kesehatan secara online ini, pengguna dapat memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi Gojek yang berupa shuffle card Covid-19.
Saat mengaktifkan layanan tersebut, pengguna langsung terhubung ke layanan cek Covid-19 yang ada di aplikasi Halodoc.
• Wapres Minta MUI Keluarkan Fatwa soal Memandikan dan Sholat Jenazah bagi Korban Virus Corona
• Corona Merebak, Amankah Belanja Online? Simak Penjelasan Ahli
• Update Terkini Covid-19 di Indonesia : Pasien Terjangkit Virus Corona Bertambah 65, Total 579 Orang
Kemudahan itu bisa digunakan oleh masyarakat atau pengguna aplikasi ojek online buatan Indonesia itu untuk berkonsultasi tentang gejala kesehatan termasuk yang berkaitan dengan virus corona.
Apabila ada dugaan pengguna apilikasi sedang menderita Covid-19 atau miliki gejala yang menyerupai hal tersebut, dokter dari Halodoc akan berupaya melakukan penanganan dengan meminta pengguna tetap berada di rumah.
• 8 Ton Bantuan Alat Kesehatan dari China Tiba di Indonesia, Prabowo : Ini Keseriusan Pemerintah
• Masuk Zona Merah, MUI Pertimbangkan Fatwa Larangan Shalat Jumat Sementara di Bogor
Hal itu agar pengguna dapat menerapkan isolasi mandiri di rumah dan obat yang diresepkan akan diantar oleh Gojek ke rumah pengguna.
Upaya tersebut adalah untuk meminimalisir penyebaran virus corona di Indonesia.
Dan apabila pengguna membutuhkan penanganan dan tindakan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit rujukan.
Sebanyak 20.000 dokter yang telah mendapatkan pelatihan dan memiliki pengetahuan yang memadai sesuai anjuran pemerintah dan WHO telah disiapkan oleh platform ini untuk kasus virus corona.
Kolaborasi dan upaya yang dilakukan dua platform besar di Indonesia ini pun disambut baik oleh pemerintah.
• Haris Azhar Ajak Pantau Rapid Test Corona: Prioritas untuk yang Rentan dan Rakyat, Bukan Pejabat
• PB IDI Umumkan 7 Dokter Meninggal Dalam Menghadapi Pandemi Virus Corona di Indonesia
drg Oscar Primadi, MPH., Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan mengapresiasi kerjasama ini dan pendemi corona memang butuh kerjasama pemerintah dan swasta.
Layanan ini ia harapkan bisa menyaring pasien dengan risiko corona.