Teror Virus Corona

Pasien Suspect Covid-19 Lanjut Usia Meninggal di Ambulans, Cari Rumah Sakit Penuh Semua

Salah satu anggota keluarga pasien yang enggan disebutkan identitasnya berujar, baru pada Selasa (24/3/2020) pagi, pasien merasa sakitnya agak parah.

Tayang:
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM -- Seorang pasien Covid-19 berusia 60 tahun meninggal dunia pada Selasa (24/3/2020) siang. 

Korban tutup usia dengan status sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19.

Nyawanya tak tertolong dalam perjalanan mencari rumah sakit yang masih punya slot kosong untuk menanganinya.

Menurut keterangan keluarga, sudah tiga rumah sakit di Jakarta yang didatangi ketika mencari pertolongan.

Namun, seluruhnya tak bisa menerima tambahan pasien lagi.

Pasien tinggal di bilangan Gambir, Jakarta Pusat. Hanya seorang pembantu tinggal dengannya di rumah tersebut.

Beberapa hari belakangan, ia mengaku mulai merasa sakit.

Namun, ia belum memeriksakan diri ke dokter. Salah satu anggota keluarga pasien yang enggan disebutkan identitasnya berujar, baru pada Selasa (24/3/2020) pagi, pasien merasa sakitnya agak parah.

Pemprov DKI Jakarta Batalkan Mudik Gratis Lebaran 2020

Ini Fatwa MUI soal Pedoman Shalat bagi Tenaga Kesehatan yang Kenakan APD

Cegah Penyebaran Virus Corona, Ganjil Genap Tidak Berlaku Sampai 5 April 2020

“Keluarga tahu beliau sakit (semakin parah) saat pagi itu dari pembantu,” ujar dia kepada Kompas.com.

Pencarian rumah sakit Pagi itu, sekitar pukul 08.00, pasien berinisiatif menghubungi nomor darurat Covid-19 DKI Jakarta.

Ambulans datang menjemputnya di rumah tengah hari, sekitar pukul 12.00 WIB.

“Dibawa ke rumah-rumah sakit utama untuk rujukan Covid-19, tapi waiting list karena banyak banget ternyata orang-orang (di rumah sakit rujukan) membeludak terus,” ujar dia.

RSUD Tarakan yang hanya sekitar 2 kilometer dari kediamannya jadi tujuan pertama ambulans yang membawa Putra.

Upaya pertama itu tak berhasil. Ambulans lalu melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur dan RSPI Sulianti Saroso (SS), Jakarta Utara.

Jilat Toilet untuk Coronavirus Challenge, Pria Ini Positif Virus Corona

VIDEO Bagaimana Kondisi Paru-paru Penderita Covid-19, Dokter Terkejut Lihat Warna Kuning pada Hasil

Polisi Tangkap ASN yang Curi Masker di RSUD Pagelaran Cianjur, Begini Pengakuan Tersangka

“RS Persahabatan penuh, juga RSPI SS ditolak (karena) penuh. Ambulans kembali ke RSUD Tarakan,” kata dia sambil mengutip kronologi resmi pihak keluarga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved