Rapid Test ODP Bogor

Hasil Rapid Test 145 ODP di Kota Bogor, 3 Orang Positif Covid-19

Sekretaris Daerah Kota Bogor (Setda Kot) Ade Sarip mengatakan dari 145 ODP terperiksa, tiga di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Peserta rapid tes yang berasal dari kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjalani pengecekan covid-19 menggunakan rapid test dengan metode teknis pelaksanaan menggunakan sistem drive thru di area Gor Pajajaran, Sabtu (28/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - 145 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test Covid-19 di area GOR Pajajaran, Kota Bogor pada Sabtu (28/3/2020).

Sebelumnya dijadwalkan ada sekitar 234 ODP yang mengikuti rapid test, namun hanya 145 ODP yang terperiksa.

Sekretaris Daerah Kota Bogor (Sekdakot) Ade Syarip Hidayat mengatakan dari 145 ODP terperiksa, tiga di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

"Dari laporan data yang ada itu tiga orang diketahui positif," katanya dalam keterangan pers melalui sambungan Youtube Live Streaming.

Dinas Kesehatan Kota Bogor akan segera melakukan tracking atau penelusuran terhadap orang yang berada dilingkaran ODP yang dinyatakan positif tersebut

Pakai Alat Pelindung Diri, Wakil Wali Kota Bogor Tinjau Rapid Test ODP di GOR Pajajaran

BREAKINGNEWS - ODP Covid-19 di Kota Bogor Jalani Rapid Test Gunakan Skema Drive Thru

Ade berharap ODP secara disiplin bisa konsisten mengikuti aturan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri di rumah.

"Tentu dari tiga orang ini kita lakukan tracking itu mereka sempat ketemu siapa saja baik keluarga dan sahabatnya jika dipastikan demikian maka akan bertambah pula jumlah ODP di Kota Bogor," ujarnya.

Ade menjelaskan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil pengecekan dengan rapid test ini akan dapat penindakan lanjur dengan dilakukan test swab untuk mendapatkan hasil pastinya.

Update Covid-19 Kabupaten Bogor, Angka ODP dan PDP Mulai Mengalami Penurunan

Meski demikian tiga ODP yang dinyatakan positif tersebut belum dilakukan isolasi di rumah sakit lantaran tidak memiliki keluhan kesehatan ataupun menunjukan adanya gejala.

Ade khawatir, jika dalam kondisi tidak bergejala namun ODP yang positif tetap dipaksakan untuk diisolasi di rumah sakit, maka akan menimbulkan ketakutan berlebihan yang menyebabkan ketahanan tubuh orang tersebut menurun.

"Karena dia belum merasa apa-apa kemudian jika diisolasi khawatir yang bersangkutan stres atau takut berlebihan ada baiknya isolasi mandiri dulu ketika ada kepastian dan gejala yang luar biasa kita akan lakukan penjemputan kalau perlu kita antar ke Jakarta," katanya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved