Breaking News:

Info Kesehatan

Benarkah Sinar UV Bisa Bunuh Virus Corona, dengan Rajin Berjemur?

Sayangnya, penelitian itu mengamati flu yang melayang di udara, bukannya mengering pada benda.

Tribun Jabar
Ilustrasi 

Pertama ada UVA, yang membentuk sebagian besar radiasi yang mencapai permukaan bumi.

Sinar ini mampu menembus jauh ke dalam kulit dan dianggap bertanggung jawab atas 80 persen penuaan kulit, dari keriput hingga bintik-bintik penuaan.

Selanjutnya ada UVB, yang dapat merusak DNA di kulit kita, menyebabkan kulit terbakar dan akhirnya kanker kulit (baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan bahwa UVA juga dapat melakukan ini).

Keduanya cukup dikenal, dan dapat diblokir oleh sunblock yang paling baik.

Selanjutnya, ada juga tipe ketiga yakni UVC.

Bagian spektrum yang relatif tidak jelas ini terdiri dari panjang gelombang cahaya yang lebih pendek dan lebih energik.

Sinar ini dapat menghancurkan bahan genetik baik pada manusia atau partikel virus.

Untungnya, sebagian besar dari kita tidak mungkin pernah bertemu dengan sinar UVC lantaran telah disaring oleh ozon di atmosfer jauh sebelum mencapai kulit manusia.

Para ilmuwan menemukan bahwa mereka dapat memanfaatkan UVC untuk membunuh mikroorganisme.

Sejak ditemukan pada 1878, UVC yang diproduksi secara artifisial telah menjadi metode pokok sterilisasi yang digunakan di rumah sakit, pesawat terbang, kantor, dan pabrik setiap hari.

Halaman
1234
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved