Teror Virus Corona
Dapat Bantuan APD untuk Penanganan Covid-19 dari Perusahaan Swedia, Ridwan Kamil : Balalageur
Ridwan Kamil menerima bantuan dari beberapa perusahaan asal Swedia dalam penanganan Covid-19.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
"Alhamdulillah,
Jawa Barat akan dibantu Swedia dan perusahaannya nu balalageur. .
Mereka Akan membantu APD/Masker, Testing lab, H&M akan bantu UKM Jabar dengan memesan masker kain modis, IKEA mau bantu kasur utk ruang isolasi, Supertext akan bantu cek kesehatan online dalam bahasa Sunda dll.
Lanjut melepas APD sumbangan Jack Ma ke 27 Kota/Kab bersama PT Pos Indonesia.
Sebelumnya Koordinasi dulu dengan Bapak Wakil Presiden," tulisnya.
• Amerika Serikat Negara Tertinggi Kasus Covid-19, Donald Trump Malah Salahkan Barack Obama
• Sempat Alami Batuk Setelah Berfoto dengan Bupati Karawang, Annisa Pohan: Saya Negatif Corona
408 Warga Jabar Positif Covid-19
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah melakukan rapid test terhadap 10.597 warga Jabar dalam upaya penanggulangan Covid-19 hingga Maret 31 Maret 2020.
Dari jumlah tersebut 409 di antaranya terindikasi positif.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tes swab atau pengambilan lendir pada saluran pernapasan terhadap warga terindikasi positif.
Sebab, hasil rapid test belum bisa menjadi data resmi yang dilaporkan kepada pemerintah pusat.
Ia menuturkan, tes swab akan dilakukan setelah tersedianya alat. Saat ini, proses pemeriksaan masih belum dilakukan mengingat keterbatasan alat.
"Test swabnya dilakukan di kabupaten atau kota. Bisa di rumah sakit atau di labkes kabupaten atau kota, setelah dilakukan tes swab, hasil tesnya dikirim ke Labkesda Provinsi. Nanti, dari 409 positif korona ini, baru bisa dilihat hasil akhirnya setelah dilakukan PCR oleh Labkesda Provinsi Jabar," ungkap Berli dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (2/4/2020).
Saat ini, kata Berli, Labkesda Provinsi Jabar masih menunggu kiriman sampel spesimen hasil rapid test dari kabupaten atau kota untuk diperiksa kembali.
Karena ketersediaan perangkat untuk tes swab yang masih sedikit, maka Labkesda Provinsi Jawa Barat, harus berbagi dengan labkes kabupaten atau kota dan hanya memberikan tes swab kepada pasien yang tepat sasaran.
"Tes swab hanya diberikan kepada pasien positif berdasarkan hasil rapid test, atau PDP. Untuk menambah persediaan perangkat tes swab, dan VTM (Virus Transfer Media), kami juga saat ini mendapat bantuan dari Unpad dan RSHS, serta sedang meminta tambahan kepada Balitbangkes," katanya.
• Yasonna Ingin Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara, Najwa Shihab :Ini Hanya Akal-akalan
• Kisah Pocong Viral di Sukoharjo, Ingin Warga Tak Keluar Rumah Malah Ramai Jadi Tontonan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ridwan-kamil-soal-elektabilitas.jpg)