Teror Virus Corona
KRL Kemungkinan Distop Mulai 18 April, Luhut ke Anies : Kenapa Masih Banyak Orang ke Jakarta
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil nampak sepakat dengan usulan pemberhentian sementara operasional KRL.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Soewidia Henaldi
"Karena kalau ada yang traveling karena penting, kan enggak bisa juga. Logistik juga kita enggak mau terganggu," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menjelaskan bahwa, penumpukan penumpang di KRL pada Senin (13/4/2020) terjadi karena ada perusahaan di Jakarta tidak menaati aturan PSBB.
"Jadi penumpukan-penumpukan ini terjadi bukan semata-mata karena mereka mau bepergian tapi karena perusahaan-perusahaan tidak menaati ini," kata Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Senin malam.
Penumpang KRL mulai menurun hari pertama
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, jumlah penumpang KRL mengalami penurunan pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ).
Dedie menyebut kondisi tersebut sudah turun 50 persen.
"Tadi kita meninjau langsung, memastikan bahwa di gerbong ada social distancing dan physical distancing, tadi kita lihat Alhamdulillah ada penurunan jumlah penumpang signifikan, paling tidak 50 persen," ujarnya.
Dedie mengatakan bahwa biasanya jumlah penumpang mencapai 280 ribu namun saat ini hanya 110 ribu.
Di sisi lain, Dedie A Rachim mengakui bahwa mobilitas pengguna jalan masih tinggi.
Pantauan TribunnewsBogor.com Rabu (15/4/2020) ketika pagi dan sore kondisi lalu lintas di Kota Bogor masih ramai meski diberlakukannya PSBB.
Bahkan sempat terjadi kepadatan pada siang hari di beberapa ruas jalan.
Tak hanya itu, beberapa pengguna jalan pun melanggar aturan PSBB.
Di antaranya adalah pembatasan penumpang dan physical distancing di dalam kendaraan.
Kemudian beberapa pengguna kendaraan roda dua juga ada yang tidak menggunakan masker, bahkan banyak yang tidak menggunakan sarung tangan.
Sementara itu mengenai hari pertama penerapan PSBB di Kota Bogor, Ridwan Kamil mengklaim bahwa tujuan dari PSBB sudah terlihat
"Laporan dari Jasa Marga intensitas kendaraan yang melewati pintu masuk lewat Tol Jagowari itu sudah turun hampir 50% jadi setengahnya, jadi sementara' tujuan dari PSBB terlihat ada hasilnya di pagi ini," ujarnya setelah meninjau lokasi chek poin di pintu keluar Tol Bogor, Rabu (15/4/2020).
(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)