Kronologi Gadis 21 Tahun Ditemukan Tewas dalam Keadaan Memakai Mukena, HP dan Motor Hilang
Seorang gadis 21 tahun ditemukan tewas dalam keadaan mengenakan mukena. Kejadian itu terjadi di Kabupaten Jepara.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: khairunnisa
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kematian seorang gadis di Desa Dongos, Kedung, Kabupaten Jepara meninggalkan misteri.
Gadis berusia 21 tahun itu ditemukan meninggal dunia pada Rabu (13/5/2020) sekira pukul 16.30 WIB.
Saat ditemukan, Gadis beridentitas Sintya Wulandari itu dalam keadaan mengenakan mukena.
Posisi tubuhnya tergeletak di lantai, mengenakan mukena bagian bawah.
Terlihat darah keluar dari dalam mulutnya.
Diduga Gadis tersebut merupakan korban pembunuhan.
Dilansir dari TribunJateng, Gadis tersebut ditemukan oleh kakaknya bernama Agus.
• 3 Hari Tak Kerja, SPG Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Chat WA Terakhir ke Teman Jadi Petunjuk Kematian
• Cerita Warga Tewas Setelah Selamatkan Tetangga dari Longsor Leuwisadeng, Polisi : Dia Pahlawan
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian Sintya.
Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus terebut.
Hal itu disampaikan langsung Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto.
"Kita sedang olah tempat kejadian perkara, mohon bersabar menanti hasilnya," ujar AKBP Nugroho.

Terkait beredarnya kabar ditangkapnya pelaku pembunuhan Sintya Wulandari, Nugroho memastikan pihaknya masih mendalami kasus.
Ia pun mengimbau para netizen agar tak sembarang menyebarkan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait penangkapan pelaku pembunuhan Sintya.
Sebelumnya sempat beredar informasi di media sosial bahwa pelaku pembunuhan diduga adalah pacar korban.
Namun, kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
• Fakta Istri Disekap dan Dianiaya Suami: Korban Berhasil Kabur, Sikap Pelaku Bikin Warga Tak Curiga
• Kronologi Suami Benturkan Kepala Istri di Bogor, Penganiayaan Terhadap Korban Sering Terjadi
• Pria di Bogor yang Aniaya Istri karena Tak Bisa Masak Diamankan, Kondisi Kejiwaannya Dipertanyakan
Terlebih piha kepolisian hinggaa kini masih belum menjelaskan rinci mengenai kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Djohan Andika pun menegaskan pihaknya masih melakukan penulusuran.
"Biarkan kami bekerja dulu," kata dia.
Di sisi lain, AKP Djohan juga meminta netizen tak sembarang membagikan foto kematian korban secara terang-terangan.
"Tolong hormati privasi korban juga," pintanya.
Motor korban hilang
Dala peristiwa ini, ternyata barang milik korban turut menghilang.
FOLLOW;
Adapun barang milik korban tersebut antara lain HP dan motor Honda Vario K 6797 AQC.
Sejak itu, muncul dugaan jika korban dirampok sekaligus dibunuh.
Untuk diketahui bahwa korban tinggal serumah dengan 2 kakak kandungnya, Agus (26) dan Indayati (33).
• Misteri Kematian Elvina Gadis Muda yang Tewas Dimutilasi sang Kekasih: Tubuhnya Dimasukan ke Kardus
• Kronologi Ayah dan Anak di Blitar Pesat Miras Oplosan Sampai Tewas, 7 Temannya Juga Tak Selamat
• Gara-gara SMS Sayang Besok Ketemu, Suami dan PNS di NTT Saling Lapor Polisi Ngaku Teraniaya
Sementara ayahnya, Sujono telah meninggal 10 tahun lalu, dan ibunya, Namah meninggal 2 tahun lalu.
Kejadian lain seorang SPG ditemukan meninggal di kamar kos
Berawal dari bau menyengat, seorang pemilik kos di Blora temukan wanita dalam kondisi tak bernyawa dalam kamar.
Wanita yang merupakan seorang sales promotion girl ( SPG ) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya kawasan Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2020) siang.
Saat ditemukan jasad wanita berinisial RF (38) itu dalam keadaan sudah membusuk.
Belum diketahui pasti penyebab kematian SPG tersebut.
Kapolsek Blora, AKP Joko Supriyono, mengatakan, penemuan mayat tersebut berawa saat pemilik kos, Tohir (60) mencium bau menyengat dari arah kamar wanita itu.
• Kronologi Bank Keliling Dibacok Tukang Sayur, Pelaku Ambil Golok saat Lihat Korban Ambil Bambu
• Pengakuan Mucikari Postitusi Online Aceh, Sediakan 5 Mamah Muda untuk Layani Pria Hidung Belang
Tohir yang penasaran tak lantas mengecek kamar RF.
Saat itu, Tohir lebih dulu mengecek keberadaan RF di tempat kerjanya yang berjarak sekitar 300 meter dari tempat kos.
Berdasarkan keterangan rekan kerjanya, ternyata RF sudah tiga hari tak masuk kerja.
Setelah itu, Tohir langsung menghampiri kamar kos RF.

Namun, karena berkali-kali menggedor pintu tak ada respons, pemilik kos akhirnya membuka paksa pintu kos korban menggunakan kunci cadangan sekitar pukul 12.00 WIB.
"Pemilik kos terkejut melihat korban sudah meninggal dunia. Jasadnya membusuk. Kasus ini kemudian dilaporkan ke kepolisian," kata Joko seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa.
Seusai identitas kependudukan, korban berasal dari Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Selama ini korban dikenal pendiam dan berkepribadian tertutup.
• Mayat yang Terkubur di Rumah Penjual Roti di Bogor Diduga Tewas Secara Perlahan Karena Ini
• Misteri Kematian Elvina Gadis Muda yang Tewas Dimutilasi sang Kekasih: Tubuhnya Dimasukan ke Kardus
Pihak kepolisian pun kini masih mendalami kasus penemuan mayat SPG itu.
"Kami masih mendalami kasus ini. Jejak di fisik korban tidak diketahui karena menghitam," Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Setiyanto.
Diduga tewas tiga hari lalu sebelum ditemukan
Setiyanto mengatakan, RF diduga sudah meninggal dunia tiga hari lalu.
"Tubuh korban membusuk dan menghitam. Diduga sudah meninggal dunia tiga hari yang lalu," kata Setiyanto.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, RF terlihat masih beraktivitas di kamar kos pada Sabtu (9/5/2020).
Bahan RF sempat mengirim pesan WhatsApp kepada rekan kerjanya, Sunarti (32).
Saat itu RF meminta tolong untuk dibelikan makanan dan teh hangat.
FOLLOW;
Sunarti pun kemudian mengantar pesanan itu ke tempat kos RF.
"Sabtu korban masih terlihat dan meminta temannya supaya diantar makanan dan minuman," jelas Setiyanto.
Selain itu, RF juga sebelumnya sempat mengeluh sakit lambung akibat program diet yang dijalaninya.
"Sebelumnya korban mengeluh sakit kepada teman-temannya. Kami masih mendalami kasus ini," kata Setiyanto saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Selasa.
Sejauh ini pihak kepolisian masih berupaya mengecek CCTV yang terpasang di tempat kos korban.
• Kronologi Ayah dan Anak di Blitar Pesat Miras Oplosan Sampai Tewas, 7 Temannya Juga Tak Selamat
• Fakta Istri Disekap dan Dianiaya Suami: Korban Berhasil Kabur, Sikap Pelaku Bikin Warga Tak Curiga
Di sisi lain, polisi kesulitan mengidentifikasi fisik korban yang sudah membusuk.
"Kami masih mendalami kasus ini. Kami cek CCTV," ujar Setiyanto.
Setiyanto menambahkan, proses evakuasi RF dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) pasien terinfeksi Covid-19.
Hal itu sebagai antisipasi penyebara virus corona ( Covid-19 ) yang kini tengah merebak.
"Sebagai antisipasi. Tubuh korban membusuk dan menghitam. Diduga sudah meninggal dunia tiga hari yang lalu," tuturnya Setiyanto.
(TribunnewsBogor.com/TribunJateng/Kompas.com)