Teror Virus Corona
Kasus Corona Meningkat di Korea Selatan Setelah 50 Hari Mereda, Ganjar Ingatkan: Mari Belajar
Ganjar Pranowo mengajak belajar dari kasus corona di Korea Selatan yang meningkat lagi setelah 50 hari mereda.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Melalui akun Twitternya, Ganjar Pranowo mengomentari artikel berita soal kasus di Korea Selatan.
Artikel itu berjudul “Kasus Corona Kembali Meningkat di Korea Selatan, Setelah 50 Hari Mereda”,
Ganjar Pranowo pun mengajak untuk belajar dari kasus tersebut.
“Mari belajar,” tulis Ganjar Pranowo.
• Ganjar Cek Persiapan Masuk Sekolah, Yunarto Wijaya: Tak Ada Alasan untuk Membuka Ini Terburu-buru
• DKI Hingga Jawa Barat Persiapan Menuju New Normal, Ganjar Pranowo: Grafiknya Harus Turun Dulu
Sementara itu, Pemerintah Indonesia saat ini tengah menggodok wacana untuk memberlakukan new normal atau pola hidup normal baru kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda.
Meskipun angka kasus Covid-19 hingga Sabtu (30/5/2020), telah mencapai 25.773 kasus, dengan 557 kasus baru.
Jika melihat grafik kasus dari hari ke hari penambahan kasus baru di Indonesia, belum terlihat adanya penurunan yang signifikan hingga akhir Mei ini.
Namun, pemerintah sudah merencanakan akan kembali memberlakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya dengan pola normal yang baru.
Tes masih rendah
Melihat kondisi ini, ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan dengan seksama sebelum mengambil keputusan memberlakukan new normal.
"Pada daerah-daerah yang cakupan testing-nya masih rendah apalagi dengan positive rate-nya yang masih tinggi, jangan berpikir dulu masalah untuk memberlakukan new normal pada lokasi-lokasi publik," kata Dicky dalam sebuah keterangan video yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/5/2020).
Menurut Dicky, uji tes Covid-19 yang masih rendah itu mengindikasikan belum diketahuinya secara persis derajat keparahan atau kondisi suatu wilayah kaitannya dengan persebaran virus corona.
Untuk itu, jika suatu wilayah masih memiliki cakupan pengujian yang rendah, disarankan untuk meningkatkannya terlebih dahulu, baru kemudian mempersiapkan kebijakan new normal.
" New normal apalagi (diberlakukan di) tempat wisata, apalagi yang sifatnya melibatkan banyak masyarakat di sebuah komunitas, harus betul-betul dipertimbangkan dengan matang, karena kondisi tiap daerah berbeda dan tidak bisa hanya mengandalkan satu indikator saja," ujar Dicky.
• Jadwal Masuk Sekolah Belum Pasti, Bima Arya : Jangan Pertaruhkan Masa Depan Anak-anak Kita
• Diskusi Soal Jadwal Masuk Sekolah di Kota Bogor, Bima Arya : Tidak Semudah Membuka Pasar
Jumlah uji ideal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo-dalam-cuplikan-video.jpg)