Breaking News:

Cegah Covid-19, Satgas Desa Bojonggede Jemput Bola Lakukan Swab Test

Sementara itu, Lisna membeberkan bahwa sejauh ini Satgas Covid-19 Desa Bojonggede beserta Puskesmas telah mencatat beragam kasus.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM/YUDISTIRA WANNE
Satgas Covid-19 beserta Puskesmas Bojonggede melakukan swab test di Desa Bojonggede 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Satgas Covid-19 Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor kembali menjemput bola terkait penyelenggaraan swab test di Kampung Bojonggede, Rabu (23/9/2020).

Anggota Satgas Covid-19 Desa Bojonggede, Lisna mengatakan bahwa kegiatan tersebut tak terlepas dari sinergi yang dilakukan seluruh elemen terkait usaha memutus rantai penyebaran virus corona.

"Jadi kita jemput bola program Puskesmas kita dari desa bekerja sama dengan TNI dan Polri, kita mendampingi dan memberi semangat Puskesmas ya," ujarnya.

Lebih lanjut, Lisna menjelaskan bahwa program swab test tersebut dilaksanakan berdasarkan inisiatif Puskesmas guna mengetahui keadaan warga khususnya di Desa Bojonggede.

"Jadi bukan warga yang mengajukan swab test. Jadi, kita bergerak setelah dapat laporan dari Puskesmas nah Puskesmas berkoordinasi dengan Dinkes, lalu Puskesmas hubungi kita ada yang positif dan ditindak lanjuti," jelasnya.

Sementara itu, Lisna membeberkan bahwa sejauh ini Satgas Covid-19 Desa Bojonggede beserta Puskesmas telah mencatat beragam kasus.

"Desa Bojonggede ada 56 kasus, 22 sembuh semua sudah di swab. Per hari ini semua kita swab. Ada RW 7, 21 itu dua RT, RW 1, RW 2, RW 22, RW 12 ada empat RT," jelasnya.

Lisna pun menjelaskan bahwa hari ini Satgas Covid-19 Desa Bojonggede telah melakukan puluhan swab test kepada masyarakat.

"Total, jadi semua jumlah di swab 35 orang akumulatif 56," ungkapnya.

Terkait biaya, Lisna menjelaskan bahwa kegiatan swab test tidak ada pungutan biaya

"Warga tidak mengeluarkan biaya. Semua ditanggung pemerintah," jelasnya.

Selain itu, Lisna menjelaskan bahwa hasil dari swab test dapat diketahui setelah dua pekan.

"Dua minggu kabarnya paling lama. Kalau ada gejala, kita lakukan isolasi mandiri," tandasnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved