Demo Tolak Omnibus Law
Deret Tulisan Spanduk Nyeleneh Soal UU Cipta Kerja dari Pendemo di Bogor, 'Anggota DPR Bolos PHK'
Massa demo buruh tolak Omnibus Law Cipta Kerja tumpah ruah di depan Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (8/10/2020).
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Massa demo buruh tolak Omnibus Law Cipta Kerja tumpah ruah di depan Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (8/10/2020).
Unjuk rasa ini diwarnai spanduk yang dibuat demonstran menyuarakan penolakan mereka terhadap Undang Undang Omnibus Law yang dinilai sangat merugikan para buruh.
Seperti tulisan, Omnibus Law out, aksi melayat DPRD Kabupaten Bogor, tolak Omnibus Law bangkit melawan atau diam ditindas, RIP keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Omnibus Law cilaka dan banyak yang lainnya.
Satu di antaranya ada yang nyeleneh karena menulis Undang Undang Cipta Kerja untuk DPR RI yang berisi 7 poin.
• Mahasiswa dan Aparat Sempat Bersitegang Saat Aksi Tolak Omnibus Law di Depan Istana Bogor
• Respons Cepat Ridwan Kamil Usai Dengar Aspirasi Buruh Soal UU Cipta Kerja, Terselip Pesan Penting
Isi poin-poinnya yaitu gaji anggota DPR turun jadi UMR, tidak ada tunjangan anggota DPR, tidak ada uang pensiun bagi anggota DPR, tidak ada izin cuti bagi anggota DPR, anggota DPR bolos sehari PHK, tidur saat rapat PHK dan korupsi Rp1 gantung di Monas.
Demo buruh tolak Omnibus Law di Cibinong berlangsung damai
Diberitakan sebelumnya, unjuk rasa buruh tolak Omnibus Law di Cibinong, Kabupaten Bogor berlangsung kondusif, Kamis (8/10/2020).
Bahkan antara massa demonstran dan aparat tidak terlibat aksi dorong sama sekali.
• Temui Pendemo UU Cipta Kerja, Anies Baswedan Sampaikan Janji saat Ngobrol dengan Mahasiswa
• Demo Tolak Omnibus Law, Perempuan Ini Menangis Berikan Bendera Merah Putih ke TNI: Tolongin Rakyat
Permintaan demonstran agar DPRD Kabupaten Bogor turun temui mereka dikabulkan yang mana Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim turun langsung menemui mereka meski harus diguyur hujan.
Selain itu, perwakilan dari para pengunjuk rasa ini juga dipersilahkan melakukan audiensi di Gedung DPRD.
Menurut salah satu perwakilan demonstran buruh, Sumarno mengatakan bahwa sebanyak 15 orang perwakilan dari masa demo buruh ini dipersilahkan masuk ke Gedung DPRD Kabupaten Bogor untuk melakukan audiensi.
"(Ditemui) Hanya dua fraksi, PKS dan Demokrat, tapi secara intstitusi sudah mengabulkan permintaan kita, merekomendasikan ke DPR RI untuk segera mencabut Omnibus Law yang akan menyengsarakan masyarakat kita," kata Sumarno.
Selain itu, selama unjuk rasa, berkali-kali para demonatran buruh ini mengisinya dengan joget lagu dangdut yang dikumandangkan melalui pengeras suara di hadapan aparat.
Sambil basah kuyup karena hujan, mereka tetap asyik bergoyang namun aparat terpantau tetap siaga dengan tim anti huru-haranya.
"Silahkan kalau ada yang mau request lagu apa, silahkan," kata orator di hadapan para massa pendemo.
Terpantau massa buruh ini kemudian membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/massa-demo-buruh-di-wakil-ketua-dprd-kabupaten-bogor-agus-salim-kamis-8102020.jpg)