Breaking News:

Demo Tolak Omnibus Law

500 Lebih Aparat Akan Diterjunkan Untuk Pengamanan Demo Buruh Besar-Besaran di Cibinong Bogor Besok

Dia mengatakan bahwa 500 aparat ini seluruhnya merupakan aparat kepolisian. Serta nantinya akan ditambah lagi personel aparat dari TNI dan Satpol PP.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM/NAUFAL FAUZY
Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy seusai menghadiri pertemuan dengan para perwakilan buruh Kabupaten Bogor di Pendopo Bupati, Cibinong, Kamis (15/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sebanyak 500 lebih aparat akan diterjunkan untuk pengamanan demo buruh tolak Omnibus Law besar-besaran di Cibinong, Kabupaten Bogor yang akan digelar pada Jumat (16/10/2020) besok.

"Sampai dengan saat ini kita sudah siapkan 500 personel," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy saat ditemui TribunnewsBogor.com di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2020).

Dia mengatakan bahwa 500 aparat ini seluruhnya merupakan aparat kepolisian.

Serta nantinya akan ditambah lagi personel aparat dari TNI dan Satpol PP.

"Mungkin dari TNI, Satpol PP nanti ada bantuan personel sambil kita lihat perkembangannya," kata Roland.

Dia mengaku yakin dengan personel yang ada akan mampu mengendalikan situasi unjuk rasa 20 ribu orang buruh se-Kabupaten Bogor tersebut.

"Insya Allah (terkendali). Karena kita yakinlah buruh yang ada di Bogor ini baik-baik, kemudian punya niat yang sama, menyampaikan aspirasi, bukan mau merusak," pungkasnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa besar-besaran tolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Jumat (16/10/2020) besok akan melibatkan 20 ribu orang buruh se-Kabupaten Bogor.

"Sepakat aliansi melakukan aksi yang kedua tanggal 16 - 17 Oktober 2020. Titik kumpulnya di Pemda (Bogor). Inya Allah kita semua sepakat damai dan diawali dengan salat Jumat berjamaah," kata Juru Bicara Serikat Pekerja Kabupaten Bogor, Sukmayana kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Hal ini disepakati setelah perwakilan para buruh Kabupaten Bogor melakukan pertemuan dengan Bupati Bogor, Kapolres Bogor dan Dandim 0621 di Pendopo Bupati.

Sukmayana mengatakan bahwa aksi awal salat Jumat berjamaah di Masjid Baitul Faidzin ini hanya akan diwakili oleh 500 orang buruh atas pertimbangan terkait pandemi Covid-19.

"Jadi yang 20 ribu itu insya Allah aksi yang berduyun-duyun datang ke Pemda. Kalau yang salat Jumat, karena kami tidak mau menyalahi protokol kesehatan, akhirnya kita sepakat dengan Muspida karena kapasitas masjid terbatas, kami hanya diberikan izin kurang lebih 500 jamaah dari buruh yang melaksanakan salat Jumat berjamaah," ungkap Sukmayana.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved