Breaking News:

Naik Perahu Karet, Ganjar Pranowo Temui Warga Terisolir Akibat Banjir di Banyumas, Begini Kondisinya

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau lokasi banjir di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Editor: Soewidia Henaldi
istimewa
Gubernur Ganjar Pranowo melihat banjir yang menggenangi pemukiman warga di Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Selasa (3/11/2002). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Banjir membuat Dusun Grumbul Nusapule Desa Plangkapan Kecamatan Tambak Banyumas terisolir.

Akibatnya, sebanyak 120 warga yang ada di dusun itu kesulitan beraktivitas karena satu-satunya akses jalan terendam banjir.

Bahkan rumah-rumah warga yang ada di dusun itu juga tergenang. Ketinggian air berkisar antara 40-80 cm.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang meninjau lokasi banjir di Kebumen menyempatkan diri mampir di dusun itu pada Selasa (3/11/2020).

Tujuannya untuk memastikan kondisi masyarakat yang ada di sana aman. Untuk menuju dusun Grumbul Nusapule, Ganjar harus menaiki perahu kayu yang didayung menggunakan bambu.

Jarak yang ditempuh dari desa terdekat sekitar 10 menit dengan menggunakan perahu itu.

Perahu menjadi akses yang paling aman, mengingat jalan menuju lokasi dusun terendam banjir cukup tinggi.

Setibanya di lokasi, Ganjar yang didampingi Bupati Banyumas, Achmad Husein berdialog dengan warga.

Setelah memastikan semua aman, Ganjar mencoba mencari solusi dengan menggali informasi dari warga.

Menggunakan perahu karet, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau korban banjir di Kabupaten Banyumas.
Naik perahu karet, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau korban banjir di Kabupaten Banyumas. (istimewa)

Menurut keterangan salah satu warga, Muhroni,70, dusun itu selalu banjir saat musim penghujan. Namun saat kemarau, masyarakat sekitar kesulitan mendapatkan air bersih.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved