Pengakuan Pembunuh Remaja di Bekas Galian, Sempat Dihantui Arwah Korban: Dipanggil oleh Almarhum
Usai membunuh korban, remaja di Gresik ini mengaku dihantui arwah korban yang memanggil namanya.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pelaku pembunuhan remaja di bekas galian di Gresik mengaku dihantui sosok arwah korbannya.
Bocah yang masih duduk di bangku SMP itu mengaku tak tenang karena namanya sempat dipanggil oleh korban yang sudah meninggal dunia.
Hal itu terungkap saat Polres Gresik menggelar rekonstruksi secara tertutup di Mapolres Gresik pada Senin (9/11/2020).
Kedua pelaku berinisial MSK (15) dan SNI (16) memeragakan 23 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan itu.
Diketahui, kedua remaja itu membunuh temannya berinisial AH (14) yang ditemukan dengan tangan terikat di dalam kubangan di sekitar Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, Gresik.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com Senin (9/11/2020), Kuasa hukum pelaku, Sulthon Sulaeman mengatakan, kedua remaja itu memeragakan puluhan adegan mulai dari perencanaan hingga pembunuhan terhadap AH.
"Adegan ke-20 hingga 23, menunjukkan korban dianiaya oleh pelaku.
Dari mulai dipukul (menggunakan balok kayu) hingga ditenggelamkan (ke dalam kubangan air)," kata Sulthon saat dikonfirmasi, Senin.
Berdasarkan rekonstruksi itu, kata Sulthon Sulaeman, terungkap bahwa korban sempat menangis dan meminta ampun saat dianiaya pelaku.
Korban juga sempat memanggil nama ibunya.
Baca juga: Gara-gara Hal Sepele, 2 Remaja Nekat Bunuh Temannya Sendiri, Kuasa Hukum Sebut Pelaku Tidak Menyesal
Baca juga: Misteri Siswa SMP Tewas dengan Kondisi Terikat, Sempat Dilaporkan Hilang hingga Ada Luka di Kepala
Menurut Sulthon Sulaeman, kedua pelaku nekat membuang korban ke kubangan karena tak kunjung diam.
"Dilempar ke dalam kubangan air, kondisinya masih hidup," kata Sulthon Sulaeman.
Sempat Kembali ke Lokasi
Pada keesokan harinya, pelaku berinisial MSK kembali ke tempat kejadian perkara (TKP).
Sulthon Sulaeman mengatakan, tujuan MSK kembali ke TKP yakni ingin memastikan korban telah meninggal.