Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui soal Vaksin Sinovac, Efek Samping hingga Reaksi yang Akan Muncul

Dalam pemberian izinnya, BPOM melakukan kajian hasil uji klinis tahap akhir pengujian vaksin, termasuk khasiat atau efikasi vaksin.

Editor: khairunnisa
Kompas.com
ilustrasi vaksin corona 

- Menderita penyakit saluran pencernaan kronis

- Menderita penyakit hiperteroid atau hiperteroid karena autoimun

- Menderita kanker, kelainan darah, munokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi

- Menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui.

6. Penundaan pemberian vaksin

Vaksin Covid-19 Sinovac diberikan melalui suntikan intramuskular pada bagian lengan kiri atas dengan menggunakan alat suntik sekali pakai.

Terdapat beberapa kondisi lain yang mengharuskan pemberian vaksin kepada seseorang harus ditunda, seperti

a. Sedang demam

Apabila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam dengan suhu di atas 37,5 derajat celcius.

Penundaan dilakukan sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19 serta dilakukan screening ulang pada saat kunjungan berikutnya. Punya penyakit paru

b. Apabila memiliki salah satu penyakit paru seperti asma, PPOK, dan TBC.

Pemberian vaksin baru bisa dilakukan sampai kondisi pasien terkontrol baik.

Khusus pasien TBC dalam pengobatan, masih bisa diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat obat anti-Tuberkulosis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vaksinasi Covid-19 Dimulai, Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui soal Vaksin Sinovac", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/13/060200065/vaksinasi-covid-19-dimulai-ini-6-hal-yang-perlu-diketahui-soal-vaksin?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved