Pengakuan Pelaku yang Tusuk Tubuh Pacarnya Pakai Bambu: Dicekik, Lalu Dibanting
Lelaki berinisial D (22) itu saat ini sudah diamankan polisi lantaran membunuh pacarnya sendiri yakni Weni Tania.
Penulis: Damanhuri | Editor: Vivi Febrianti
Kapolres Garut mengungkap, peristiwa pembunuhan itu terjadi Selasa (2/2/2021) sore.
Menurutnya, motif pelaku pembunuhan Weni Tania lantaran cemburu.
"Motif pelaku ini adalah cemburu karena korban melakukan chatting dengan laki-laki lain melalui media sosial," kata Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono, Senin (8/2/2021).
Atas perbuatannya tersebut D diancam dengan pasal 338 KUHP atau pasal 365 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara.
Hidup Sebatang Kara
Weni Tania, gadis berusia satu tahun yang tewas dibunuh ternyata hidup sebatang kara sejak kecil.
Gadis berusia 21 tahun itu ditinggal jauh oleh ibu kandungnya untuk bekerja sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Arab Saudi.
Sementara itu, ayah kandung Weni dikabarkan sudah meninggal dunia.
• Cerita Penyamaran Satpol PP saat Masuk Sarang PSK: Ada Wanita Tak Berbusana saat Pintu Kamar Dibuka
• Kisah 4 PSK Muda Kepergok Tanpa Busana di Kamar Hotel, Hendak Main Berlima: Disewa Rp20 Juta
Seperti diketahui, Weni tewas mengenaskan dengan bagian alat vitalnya tertancap bambu.
Jasad Weni ditemukan di Sungai Cimalaka Kecamatan Sucinaraja, Garut, Jumat (5/2/2021).
Sejak kecil, Weni hidup jauh dari kedua orangtuanya.
• Sosok Pembunuh Gadis Muda Tertancap Bambu Terungkap, Tangis Ibu di Arab Pecah: Gak Bisa Pulang
Menurut keterangan salah seorang keluarga, Ai Kusmiati (40), Weni sudah tidak hidup dengan orang tua sejak umur 1 tahun.
Diumur yang masih bayi, Weni ditinggalkan ibunya mengadu nasib jadi TKI di Arab Saudi.
Saat itu, orangtuanya bercerai lalu ayahnya meninggal dunia.
"Sejak ibunya bercerai, ia sudah ditinggal sejak umur satu tahun, ibunya berangkat ke Arab Saudi sebagai TKW," katanya, Sabtu
(6/2/2021).

Ai menjelaskan,sejak saat itu Weni hanya diurus oleh bibi dan neneknya.