Keganjilan Pemuda di Cianjur Nekat Potong Alat Vital, Sering Mengurung Diri, Kondisinya Mengenaskan
Kisah pemuda nekat potong alat vitalnya. Diduga pemuda tersebut alami depresi. Pihak desa sedang berupaya bantu agar pemuda tersebut bisa berobat.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemuda 21 tahun di Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur nekat memotong alat vitalnya.
Pemuda berinisial S itu kini hanya bisa terbaring di rumahnya.
Ia belum bisa menjalani pemeriksaan medis karena terkendala biaya.
Sebelumnya, S memang sempat dibawa ke RSUD Cianjur.
Hanya saja pihak rumah sakit merujuk korban untuk dibawa ke RS di Bandung.
Alhasil, kini S hanya terbaring sambil menunggu kabar pihak desa yang kabarnya akan membantu biaya berobat.
Dilansir dari TribunJabar, S diduga mengalami gangguan jiwa.
Baca juga: Kasus Pembunuhan Sadis di NTT, Pelaku Sembunyikan Potongan Tubuh Korban dalam Gua
Baca juga: Kisah Pilu Anak Dikurung Ibu Selama 28 Tahun, Giginya Hampir Hilang Semua saat Ditemukan Polisi
Hal itu disampaikan langsung Kepala Desa Bunikasih, Memed.
Memed mengatakan, S diduga mengalami gangguan jiwa sejak beberapa bulan terakhir.
Namun demikian, ia tak mengetahui pasti penyebab S menjadi kerap mengurung diri.
"Dia mengalami gangguan jiwa, tapi tidak dari lahir," ungkap Memed.
Setelah kejadian itu, lanjunya, S sempat dibawa RSUD Cianjur.
Namun S kemudian dirujuk untuk dibawa ke RS di Bandung.
Karena belum ada biaya, S dibawa kembali ke rumah.
"Karena tidak ada biaya untuk sementara korban dibawa pulang ke rumah, saat ini kami pihak pemerintah desa sedang mengupayakan untuk biaya berobat korban di Bandung," kata Memed.
Baca juga: Curhat Gadis Kecil Mengeluh Sakit Setelah Pergi dengan Ayah, Ibunda Syok saat Tahu Penyebabnya
Baca juga: Ajak Anak Tetangga ke Kandang Ayam, Aksi Tak Senonoh Pria Ini Terbongkar, Pelaku Tak Berkutik
Sementara itu menurut sepupunya, sebelum kejadian S memang kerap mengurung diri di dalam kamar.
Hingga tanpa sepengetahuan keluarga, S melakukan aksinya.
Pihak keluarga pun tak menyangka atas terjadinya kejadian itu.

Menurut sepupunya, Junaedi (29), korban kerap melamun dan mengurung diri dalam beberapa bulan sebelum kejadian.
"Tapi ia tidak pernah mengatakan keinginannya," kata Junaedi, ditemui di Bunikasih, Kamis (18/2/2021).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kini S hanya bisa terbaring dengan keadaan tangan diikat.
Bukan tanpa sebab tangan S diikat.
Baca juga: Nekat Potong Kemaluannya Sendiri, Pemuda di Cianjur Sering Melamun dan Kurung Diri
Baca juga: Cabuli Bocah, Pedagang di Warungdoyong Ngaku Kerasukan Setan, Iming-imingi Korban Uang Rp 2000
Pasalnya, disebutkan jika S sering mengamuk.
"Tadi juga pas ikatanya dilepas S ngamuk, jadi terpaksa kita mengikatnya lagi," katanya.
Kejadian di Sulawesi Selatan
Seorang pria di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan ditemukan kritis bersimbah darah setelah memotong alat kelaminnya sendiri.
Seperti diwartakan Kompas.com, korban dievakuasi polisi ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
Namun, lantaran kondisinya parah, korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
Peristiwa yang terjadi di sebuah kebun Dusun Bola Satu, Desa Duampanue, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai ini bermula dari laporan warga akan gelagat yang dialami oleh ZN (45) yang memilih menyendiri di rumah kebun.
ZN dalam kondisi depresi akibat penyakit asma yang tak kunjung sembuh.
Sejumlah polisi dari Polsek Bulupoddo kemudian mendatangi korban pada pukul 15.00 Wita Jumat, (31/1/2020) dan mendapatkan korban tengah kritis penuh luka.
"Jadi anggota yang temukan atas laporan warga dan saat itu juga dievakuasi ke Puskesmas" kata AKP Fatahuddin, Kasubag Humas Polres Sinjai yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Sabtu, (1/2/2020).
Selain mengevakuasi ZN ke Puskesmas Bulupoddo, polisi juga mengambilkan sebilah sabit milik korban sebagai barang bukti. Dari hasil penyelidikan, korban nekat memotong alat kelaminnya sendiri menggunakan sabit pemotong rumput.
"Dari hasil penyelidikan korban memotong alat kelaminnya sendiri karena depresi dan menurut informasi dari keluarganya bahwa korban ini memiliki riwayat gangguan jiwa" kata Fatahuddin.
Lantaran kondisi korban yang semakin kritis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai dan masih dalam perawatan medis secara intensif.
(TribunnewsBogor.com/TribunJabar.com)