Ramadhan 2021
Jelang Ramadhan 2021, Utang Puasa Masih Numpuk? Ini Hukumnya Jika Belum Dilunasi
Kendati demikian, mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan terkena kewajiban untuk menggantinya di bulan selain Ramadhan.
Penulis: Tsaniyah Faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Sebagai catatan, membayar utang puasa tidak boleh dilakukan pada hari-hari yang diharamkan puasa.
Jumhur ulama fikih berpendapat ada tiga hari yang diharamkan berpuasa, yaitu Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasrik.
Baca juga: Jadwal Puasa Ramadhan 2021 Berdasarkan Perhitungan Hisab Muhammadiyah
Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri," (HR Muslim).
Dalam hadis lain juga dijelaskan:
"Dari Nubaisyah al-Hudzaliy, Rasulullah SAW bersabda: hari tasrik merupakan hari untuk makan dan minum," (HR Muslim)
Baca juga: Jelang Ramadhan 2021, Ini Penjelasan Hukum Mimpi Basah saat Puasa Menurut Ulama
Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadhan, Bagaimana Cara Bayarnya?
Hukum membayar utang atau mengqadha Puasa Ramadhan tahun lalu wajib dilakukan.
Terkadang, ada alasan yang membuat seseorang terpaksa membatalkan puasanya karena sakit, perjalanan jauh, atau menstruasi bagi wanita.
Kendati demikian, hal itu dianggap utang sehingga harus dibayar di lain hari.
Sebelum memasuki Ramadhan 2021, ada baiknya bagi yang mempunyai utang puasa, membayar utangnya terlebih dahulu.
Namun, jika tidak memungkinkan untuk membayar utang dengan berpuasa, bisa diganti fidyah.
Lalu bagaimana jika lupa jumlah utang puasa Ramadhan tahun lalu?
Bagaimana cara membayarnya?
Baca juga: Jelang Ramadhan 2021, Ini Penjelasan Hukum Mimpi Basah saat Puasa Menurut Ulama
Dilansir TribunnewsBogor.com dari YouTube Tribunnews, akademisi muslim dari IAIN Surakarta, Dr Aris Widodo memberi penjelasan.