Breaking News:

Mayat dalam Plastik

Hasil Visum Ungkap Fakta Baru Pembunuhan Berantai di Bogor, Korban Disetubuhi Sebelum Dibunuh?

Pembunuh berantai di Bogor diduga setubuhi korban sebelum dihabisi, sebab hasil visum menemukan cairan sperma di alat kelamin EL.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat proses penyidikan bersama Kapolres Bogor AKBP Harun di lokasi pembunuhan kedua, yakni di area kebun kosong di Puncak Bogor, Kamis (11/3/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebelum menghabisi korbannya, pelaku pembunuhan berantai di Bogor diduga melakukan kekerasan seksual terlebih dahulu terhadap korbannya.

Hal ini diungkap polisi berdasarkan hasil temuan di alat kelamin salah satu korban.

Temuan itu mengarah pada perbuatan bejat pelaku sebelum menghabisi korban.

Diketahui, pembunuhan sadis yang dilakukan MRI (21) alias Rian menggegerkan publik.

Warga Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu diduga membunuh dua wanita dalam waktu kurang dari dua pekan.

Kedua wanita muda itu dibunuh di lokasi yang sama, yakni Puncak Bogor.

Bak serial killer atau pembunuhan berencana, Rian memperdaya DP (17) dan EL (23) dengan tujuan kepuasan nafsu membunuh, lalu menguasai harta benda milik korban.

Aksi Rian ini terungkap setelah tim gabungan Polresta Bogor Kota, Polres Bogor, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar bekerja sama melakukan penyelidikan.

Rian pun ditangkap polisi di tempat persembunyian terakhirnya, di Depok, Jawa Barat.

Korban pertama Rian merupakan anak di bawah umur yang ditemukan tewas terbungkus plastik di Kota Bogor, pada 25 Februari 2021.

Baca juga: Terancam Hukuman Mati, Pembunuh Dua Wanita di Bogor Beri Pengakuan Mengejutkan di Lokasi Pembuangan

Baca juga: Beraksi Bak Pembunuh Berantai, Rian Bogor Bongkar Alasan Habisi 2 Korban : Saya Benci Sama Perempuan

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved