Geger Cerita Gadis 18 Tahun Melahirkan saat Ujian, Begini Pengakuan Pemuda yang Menghamilinya
Terungkap sosok ayah dari bayi yang dilahirkan siswi SMA saat ikut ujian di sekolah. Ternyata korban dirudapaksa pemuda 28 tahun.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
"Identitas pelaku persetubuhan diketahui dari pihak keluarga," ujar Kapolsek Samalanga, Iptu Husni Eka Jumadi.
Baca juga: Cerita Ibu Hamil Ditandu 6 Jam untuk Melahirkan, Lewati Jalanan Hutan Berbukit yang Curam
Baca juga: Anaknya Sudah Diberi Nama, Ini Pengakuan Ayah dari Bayi Janda yang Ngaku Melahirkan Tanpa Hamil
Sekitar pukul 14.15 WIB, Senin (15/03/2021) mengamankan pelaku berinisial Zul (28), warga Samalanga.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Zul mengakui perbuatannya.
Zul lantas dibawa ke Polres Bireuen ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
Siap tanggung jawab
Kepada polisi, Zul mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab.
Tersangka yang sudah diamankan di Polsek Samalanga itu telah dibawa ke Polres Bireuen.
Selain mengakui perbuatannya, Zul juga mengaku siap bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut.
"Tersangka baru diperiksa sebentar dan mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab," ujar Kanit PPA, Bripka Eka Satria kepada Serambinews.com, Selasa (16/03/2021).
Dikatakanya bahwa perbuatan yang dilakukan tersangka dapat dikategorikan kasus pemerkosaan.
Oleh karena itu, tersangka akan dikenakan Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014.
Baca juga: Kronologi Siswi SD Dirudapaksa Oknum Guru di Tengah Hutan, Modus Minta Antar Kasih Kado ke Pacar
Baca juga: Nyaris Dirudapaksa Pria Kenalan, Gadis Lulusan SMA Sempat Diseret Sebelum Sembunyi di Tempat Ini
Qanun Jinayat tersebut mengatur tentang jarimah (perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam).
"Tersangka tidak dikenakan pasal pidana umum tetapi akan dikenakan Qanun Jinayat," terang Kanit PPA, Bripka Eka Satria.
Nantinya, berkas akan dilimpahkan ke Kejari Bireuen dan disidangkan di Mahkamah Syariah, bukan di pengadilan umum.
Sementara itu tim penyidik Polres Bireuen juga akan memintai keterangan sejumlah saksi, baik di madrasah maupun keluarga MW.