JPU Sebut Habib Rizieq Tak Perlu Mengambing-hitamkan Mahfud MD, Kuasa Hukum: Terlalu Baper

Habib Rizieq Singgung Mahfud MD dalam Eksepsi, JPU : Tidaklah Perlu Mengkambing-hitamkan Menko Polhukam

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Kompas.com
Rizieq Shihab dan Mahfud MD soal surat cekal 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD kembali muncul dalam sidang kasus Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum ( JPU) menanggapi eksepsi atau nota keberatan Rizieq Shihab yang menyinggung nama Mahfud MD saat membacakan nota keberatan (eksepsi), pada di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021).

Jaksa menilai tudingan Habib Rizieq terhadap Mahfud MD dalam eksepsi itu hanyalah upaya untuk mencari kambing hitam untuk kasusnya.

Diketahui sebelumnya, Eksepsi Habib Rizieq mengaitkan Mahfud MD dengan ledakan massa yang menjemput mantan pemimpin Front Pembela Islam itu di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2020, saat pulang dari Arab Saudi.

Namun, Jaksa menilai tidak ada relevansinya antara Mahfud MD dengan kerumunan yang ditimbulkan karena kedatangan Habib Rizieq.

"Eksepsi terdakwa menyebut Menko Polhukam Mahfud MD yang mengumumkan langsung agar massa menjemput di bandara. Kalimat-kalimat tersebut tidak ada relevansinya dengan kerumunan yang ditimbulkan atas kedatangan terdakwa," ujar Jaksa Penuntut Umum ( JPU) menanggapi eksepsi atau nota keberatan Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).

Menurut jaksa, Habib Rizieq tidak perlu mengkambing-hitamkan Mahfud MD, atas kerumunan yang terjadi akibat kedatangan mantan petinggi FPI itu.

“Seharusnya sebagai yang memahami dampak dari kerumunan, tidak lah perlu mengkambing-hitamkan Menko Polhukam sebagai penghasut atas kerumunan yang dimaksud," jelas jaksa.

“Justru atas kedatangan terdakwa lah mengakibatkan kerumunan yang luar biasa, baik yang terjadi di bandara, maupun pada kegiatan-kegiatan terdakwa di beberapa tempat,” ucapnya.

Sebelumnya Habib Rizieq Shihab menyingung nama Mahfud MD saat membacakan nota keberatan (eksepsi), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Jaksa: Dakwaan Terhadap Rizieq Shihab Berdasar Fakta dan Bukti

Baca juga: Atribut FPI Ditemukan dalam Penggerebekan Rumah Terduga Teroris, Pengacara Rizieq Beri Tanggapan

Mahfud MD dikaitkan dengan ledakan massa yang menjemput mantan pemimpin Front Pembela Islam itu di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2020.

“Ledakan jumlah massa penjemput di Bandara adalah akibat dari pengumuman kepulangan saya dari Saudi yang diumumkan langsung oleh Menko Polhukam Mahfud Md di semua Media TV Nasional sambil mempersilahkan massa datang untuk menjemput,” demikian disampaikan Rizieq Shihab dalam dokumen eksepsi yang diterima wartawan dari tim kuasa hukumnya Jumat (26/3/2021).

Dia menjelaskan kerumunan di Bandara jauh lebih besar dibandingkan dengan kerumunan di Petamburan.

“Dari segi jumlah massa dalam kerumunan Bandara mencapai jutaan orang, sedang jumlah massa dalam kerumunan Maulid di Patamburan hanya beberapa ribu saja,” jelasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved