Pembunuh Wanita Hamil di Septic Tank Ditangkap, Keluarga Geram Tahu Sosoknya : Dia Bunuh Kayak Hewan

Setelah dua minggu diburu polisi, si pembunuh wanita hamil dalam septic tank kini sudah tertangkap.

Penulis: Uyun | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
kolase shutterstock/TribunPekanbaru Rizky Armanda
Terkuak pembunuh wanita hamil dalam septic tank, keluarga geram tahu sosoknya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Misteri pembunuhan wanita hamil yang ditemukan terkubur di septic tank di Kampar Riau kini terkuak.

Siti Hamidah (32), wanita hamil itu ditemukan tewas di lubang bekas galian septic tank, Selasa (8/6/2021).

Peristiwa itu terjadi di Perumahan Griya Sakti Jalan Garuda Sakti, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar Riau.

Setelah dua minggu diburu polisi, si pembunuh wanita hamil dalam septic tank kini sudah tertangkap.

Pelaku ditangkap di daerah Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (22/6/2021) sore kemarin.

Sosok pelaku pembunuhan Siti Hamidah membuat keluarga korban syok tidak percaya.

Meski begitu, keluarga korban langsung geram mengetahui sosok pelakunya.

Pelaku ternyata suami korban sendiri, yaitu Alex Iskandar Putra.

Baca juga: Kejanggalan Kasus Tewasnya Wanita Hamil yang Terkubur di Septic Tank, Suami Korban Menghilang

Diakui kakak korban, selama ini rumah tangga Siti Hamidah dan suaminya itu terlihat baik-baik saja.

Apalagi kini mereka akan dikaruniai seorang anak.

"Selama ini yang kita tengok di rumah, orang ini (tersangka dan korban) kita dengar nggak pernah ribut.

Kok tiba-tiba kejadian kayak gini, kami sangat terkejut. Sangat menyayangkan peristiwa ini," urai Ahmad Sutanto, kakak korban, dilasnir TribunnewsBogor.com dari TribunPekanbaru, Rabu (23/6/2021).

Abang kandung korban, Ahmad Sutanto mengatakan, pihak keluarga meminta tersangka dihukum seberat-beratnya.

FOLLOW:

Jika perlu tersangka bisa dikenakan hukuman mati.

Karena menurutnya, Siti Hamidah sang adik dibunuh seperti hewan, padahal korban sedang hamil 7 tahun.

Namun, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap tersangka kepada pihak kepolisian.

"Harapan saya dihukum seberat-beratnya, atau hukuman mati.

Soalnya adik saya dibunuh seperti tidak manusia, seperti hewan adik saya dibunuh. Dia bunuh adik saya kayak hewan. Apalagi dalam keadaan hamil 7 bulan," papar Ahmad Sutanto.

Baca juga: Arti Kedutan di Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa, Tak Melulu Dikaitkan dengan Pertanda Baik

Pihak keluarga disebutkan Ahmad Sutanto, mengaku sudah dihubungi polisi jika tersangka sudah berhasil diringkus.

Akan tetapi, Ahmad Sutanto belum mengetahui motif aksi keji yang dilakukan tersangka.

Apalagi ketika korban dinyatakan hilang, pelaku yang merupakan suami korban sempat ikut pura-pura mencari.

"Dia (tersangka) yang bunuh, dia pula yang pura-pura mencari korban bersama keluarga. Saya tidak terima, hukum berat, kalau bisa hukuman mati. Nyawa dibalas nyawa," tegasnya lagi.

pelaku pembunuhan wanita jhamil di septic tank Kampar, Riau ditangkap
pelaku pembunuhan wanita jhamil di septic tank Kampar, Riau ditangkap (ist Tribun Pekanbaru)

Penangkapan pelaku ini rupanya sesuai dengan dugaan polisi.

Saat hasil autopsi korban berhasil, polisi sempat memberi sinyal, bahwa indikasi pelaku pembunuhan Siti Hamidah adalah orang dekat, alias suaminya sendiri.

Dalam proses pencarian terhadap tersangka, polisi sebelumnya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, yang merupakan benda-benda milik korban.

Adapun barang bukti yang dimaksud, yaitu berupa 1 unit sepeda motor warna biru bernomor polisi BM 5330 AAQ yang disita dari adik terduga pelaku, sebuah cincin emas yang disita dari ibu terduga pelaku serta sebuah handphone yang disita dari anak terduga pelaku.

Baca juga: Modus Pesan Pijat, 3 Pelaku Gilir Wanita Muda hingga Pingsan, Suami Menunggu di Luar Kamar

Kronologi penemuan mayat

Temuan mayat Siti Hamidah, pertama kali bermula karena adanya kecurigaan pihak keluarga dan masyarakat di sekitar lokasi, yang mencium aroma busuk.

Apalagi, Siti Hamidah diketahui menghilang sudah sejak 21 Mei 2021 lalu. Tak diketahui di mana keberadaannya.

Dengan disaksikan RT dan RW setempat, serta aparat kepolisian dan lain-lain, lubang itu pun digali.

Saat lubang septic tank itu digali, mulai kelihatan ada bagian tubuh manusia.

Terkuak pembunuh wanita hamil dalam septic tank, keluarga geram tahu sosoknya
Terkuak pembunuh wanita hamil dalam septic tank, keluarga geram tahu sosoknya (kolase shutterstock/TribunPekanbaru Rizky Armanda)

Tak lama, tampaklah mayat perempuan, yang masih mengenakan pakaian lengkap.

Perut hamil dari jasad dalam septic tank itu pun membuktikan kalau mayat tersebut adalah Siti Hamidah.

Dia adalah Siti Hamidah, wanita hamil yang selama ini dinyatakan menghilang.

Baca juga: Tegaskan Tak Akan Lockdown, Sultan Hamengkubuwono X : Saya Gak Kuat Biayai Rakyat se-Yogya

Suami korban dicurigai

Sebelumnya, Siti Nurhasanah, adik kandung korban menceritakan, jika korban ini menikah dengan seorang pria, dan merupakan suami keduanya.

Korban mulai hilang sejak tanggal 21 Mei 2021. Sehingga dipastikan, pada 22 Mei 2021 korban sudah tidak berada di rumah.

"Kata suaminya, kakak kami pergi dari rumah sama laki-laki," kata Siti Nurhasanah mengisahkan, dengan nada suara tertahan.

Selama hilang itu ia dan anggota keluarga lainnya berupaya mencari keberadaan korban. Bahkan suami korban, ketika itu ikut mencari juga.

Namun usaha mereka tak membuahkan hasil, korban tak kunjung diketahui rimbanya.

"Selama 3 hari malamnya, pas tidur kami mimpi tidak enak. Perasaan kakak (korban) itu minta tolong, tapi diam aja," tuturnya.

Lanjutnya, pihak keluarga sempat curiga dengan suami korban.

Wanita Hamil terkubur di lubang septic tank
Wanita Hamil terkubur di lubang septic tank (Kolasi Tribun Bogor/Mirror.co.uk/Tribun Pekanbaru)

Lantaran suami korban pergi pulang kampung, dengan alasan orangtuanya sakit, dan tidak mau menitipkan kunci rumah ke keluarga.

"Karena 3 malam minpi yang tidak enak kami geledah di rumah (korban) itu. Pas udah selesai geledah rumah, tidak ada apa-apa. Pas sudah pulang, kakak saya dicegat sama anggota ( suami korban). Katanya, dia pernah disuruh gali (lubang) di dekat septic tank, dengan alasan septic tank tersumbat," urai Siti Nurhasanah.

Namun anehnya, ketika sudah selesai digali, lubang itu malah ditutup lagi dengan tanah oleh suami korban.

"Waktu itu (selesai menggali) anggotanya pergi mandi. Pas balik dilihat sudah tertimbun lagi. Kata suami kakak saya itu, septic tank sudah tidak tersumbat. (Dari keterangan anggota suami korban), disitu kami curiga," jelasnya.

Alhasil, pihak keluarga korban datang lagi ke rumah korban.

Alangkah kagetnya pihak keluarga saat mengetahui, ternyata di dalamnya ada mayat korban.

"Yang kami sakit hati, kakak kami difitnah, kakak kami pergi sama laki-laki, sementara kakak kami dalam kondisi hamil besar," urai Siti Nurhasanah lagi.

Ia menerangkan, memang banyak menemukan kejanggalan, terlebih saat korban hilang tak tahu di mana keberadaannya.

"Pernikahan belum 1 tahun. Ternyata sejak kakak hilang, suaminya itu minta ditemani anggotanya kalau tidur, tidak berani sendiri," sebutnya.

Baca juga: Alhamdulilah, 59 Orang Klaster Ponpes Bina Madani Kota Bogor Sembuh, 34 Pasien Masih Dirawat

Hasil autopsi

Hasil autopsi atau bedah mayat, akhirnya juga sudah mengungkap penyebab kematian dari Siti Hamidah.

Dugaan awal, dia mati secara tidak wajar dan merupakan korban pembunuhan.

Karumkit Bhayangkara Pekanbaru Polda Riau, AKBP Agung H. Wijanarko menerangkan, pihaknya menerima jenazah korban tiba pada Selasa kemarin sekitar pukul 16.00 WIB.

"Diduga korban tindak pidana kejahatan. Kita sudah lakukan autopsi dengan tim RS Bhayangkara dan Forensic Medicolegal," paparnya.

Sementara itu, Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto, menyampaikan hasil autopsi dari mayat korban.

Evakuasi jenazah wanita hamil yang ditemukan terkubur di galian septic tank ke RS Bhayangkara Pekanbaru
Evakuasi jenazah wanita hamil yang ditemukan terkubur di galian septic tank ke RS Bhayangkara Pekanbaru (istimewa)

Dari fakta pemeriksaan diterangkan Kompol Supriyanto, ditemukan adanya ketidakwajaran di tubuh korban.

"Dari fakta pemeriksaan autopsi, kami menemukan adanya suatu indikasi ketidakwajaran terhadap kematiannya."

"Secara spesifik saya tidak bisa menjelaskan. Yang jelas bahwa dari fakta pemeriksaan kita meyakini adanya suatu dugaan tindak pidana," urainya.

"Yang mana dari hasil pemeriksaan kita temukan ada kekerasan tumpul pada daerah leher. Spesifik saya tidak bisa menjelaskan karena ini nanti sambil menunggu proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polres Kampar dan Ditreskrimum Polda Riau," sambung dia lagi.

Baca juga: Oknum Polisi Perdaya Gadis 16 Tahun di Polsek, Korban Diperiksa Lalu Dikunci Dalam Ruangan

Selanjutnya kata Supriyanto, untuk memastikan terkait informasi korban sedang hamil, pihaknya juga memeriksa rahim korban.

Hasilnya memang benar, ditemukan satu janin dengan berat 440 gram, panjang 15 centimeter, dan perkiraan usia janin dalam kandungan, adalah 24 minggu.

"Jadi dua-duanya (baik korban dan janin) sudah dalam keadaan meninggal," paparnya.

Sementara itu, diperkirakan sebelum ditemukan diautopsi, korban sudah meninggal dunia sekira 8 sampai 21 hari.

"Karena ini di tanah, maka proses pembusukannya jadi melambat. Kalau di udara terbuka, baru biasanya lebih cepat. Karena dia di tanah, sesuai dengan teori yang kita pahami itu sekira 8-21 hari," beber Kompol Supriyanto.

Ia menambahkan, selesai proses autopsi, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga malam tadi, didampingi penyidik polisi dan personel Bhabinkamtibmas Polsek Tapung.

Jenazah korban langsung dimakamkan malam itu juga di pemakaman Jalan Garuda Sakti, Km 7, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

(TribunBogor/Tribunpekanbaru.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved