Anak Acungkan Jari Tengah Saat Diingatkan Makan 20 Menit, Politisi PKS Salahkan Pol PP : Jangan Kaku

Pria yang mengacungkan jari tengah ke Satpol PP tersebut merupakan anak dari anggota DPRD Samarinda Fraksi PKS, Abdul Rofik.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Damanhuri
Tribun Kaltim
Anggota DPRD Samarinda Abdul Rofik bela anaknya yang acungkan jari tengah pada Satpol PP saat razia PPKM Level 4 

Sebenarnya tadi itu mereka itu cukup saja 25 persen, hanya terjadi kerumunan konsumen makanya kami singgahi.

Tadi sudah saya imbau pada pemilik usaha agar setiap meja disediakan dua kursi saja. Tidak boleh lebih. Kalau dua kursi dengan kapasitas begitu, pasti terpenuhi 25 persen," jelas Ananta Diro.

Petugas saat mengimbau prokes dan instruksi terbaru Walikota Samarinda, diacungkan jari tengah oleh satu pemuda di kafe kawasan Voorvo, Selasa (27/7/2021) malam. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Petugas saat mengimbau prokes dan instruksi terbaru Walikota Samarinda, diacungkan jari tengah oleh satu pemuda di kafe kawasan Voorvo, Selasa (27/7/2021) malam. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY)

Walikota Samarinda Andi Harun mengatakan kafe tersebut memang sedang ada pelanggan.

Ia juga mengingatkan soal aturan makan 20 menit.

"Iya mereka nongkrong. Seharusnya sesuai instruksi nomor 4 itu tidak apa dine in, tapi waktunya hanya 25 menit.

Makanya tadi kami berikan imbauan, dan masih diberikan toleransi utamanya terkait kapasitas pengunjung," tegas Ananta Diro.

"Itu tadi kegiatan kami jam 10 malam. Memang sudah melewati batas jam operasional.

Kalau sesuai instruksi Walikota nomor 3 memang jam operasional itu hanya sampai pukul 21.00 Wita. Kalau kita menganut landasan hukum itu, dia sudah melanggar," imbuhnya.

Kafe tersebut rupanya milik anak anggota DPRD Samarinda Abdul Rofik.

Abdul Rofik justru berpendapat tindakan petugas gabungan pada kafe milik anaknya itu berlebihan.

Abdul Rofik menekankan kafe anaknya sudah menerapkan protokol kesehatan.

Ia beranggapan yang melakukan pelanggaran justru petugas Satpol PP karena berkerumun di truk.

"Seharusnya katanya ada etika persuasif, mereka bukan penjahat, itukan mengikuti pemerintah.

Adapun ada kekeliruan dikasih taulah," ucapnya.

Soal acungkan jari tengah, Abdul Rofik meminta untuk tidak membesar-besarkan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved