Breaking News:

Prank Sumbangan Rp 2 T, Anak Dijerat Pasal Penghinaan Negara, Ini Sosok Akidi Tio, Wafat Tahun 2009

Ditangkap polisi soal hoaks sumbangan Rp 2 triliun, Heriyanti anak Akidi Tio dijerat pasal penghinaan negara.

Penulis: Uyun | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Instagram Bamsoet/Tribun Sumsel
Prank Sumbangan Rp 2 Triliun, Anak Dijerat Pasal Penghinaan Negara, Ini Sosok Akidi Tio 

"Sejak tanggal 26 Juli tim sudah bergerak menggali data dan bukti.

Saat ini saudari Heriyanti telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Kombes Pol Ratno Kuncoro, usai jumpa pers di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (2/8/2021).

Sementara itu, keterangan Kombes Pol Ratno Kuncoro itu berbeda dengan Kabid Humas Polda Sumsel.

Baca juga: Sumbangan Rp 2 Triliun dari Akidi Tio Diduga Cuma Hoaks, Hotman Paris Terkejut : Apa Ini ?

Terkait Heriyanti ke Polda Sumsel, Supriadi menegaskan bahwa Heriyanti diundang, bukan ditangkap.

Ia pula menegaskan jika status Heriyanti sementara ini adalah terperiksa, belum jadi tersangka.

Meski begitu, Polda Sumsel menjerat anak Akidi Tio dengan pasal penghinaan negara dan penyiaran berita yang bikin gaduh.

Heriyanti Anak Akidi Tio Tersangka Kasus Bohong Uang Rp 2 Triliun
Heriyanti Anak Akidi Tio Tersangka Kasus Bohong Uang Rp 2 Triliun (Tribunsumsel.com)

"Akan kita kenakan UU nomor 1 tahun 1946, pasal 15 dan 16. Ancaman (pidana) di atas 10 tahun karena telah membuat kegaduhan," ujar Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro, Senin (2/8).

Undang-undang nomor 1 tahun 1946 mengatur tentang Peraturan Hukum Pidana. Pada pasal 15 disebutkan,

"Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun."

Baca juga: Si Bungsu Prank Sumbangan Rp 2 Triliun, Dokter Akidi Tio Ditanya Polisi : Setuju Kita Penjarakan ?

Sementara pasal 16 berbunyi "Barang siapa terhadap bendera kebangsaan Indonesia dengan sengaja menjalankan suatu perbuatan yang dapat menimbulkan perasaan penghinaan kebangsaan, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya satu tahun enam bulan."

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved