Info Kesehatan
Mengenal ZyCoV-D, Vaksin DNA Pertama di Dunia yang Diyakini Efektif Lawan Covid-19 Varian Delta
Adapun yang bisa divaksin menggunakan vaksin ZyCoV-D adalah orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Vaksin Covid-19 berbasis DNA pertama di dunia, akhirnya diperkenalkan. Vaksin itu bernama ZyCoV-D.
Adapun yang bisa divaksin menggunakan vaksin ZyCoV-D adalah orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas.
Vaksin ini diproduksi di India.
JUmat (21/8/2021), negara tersebut memberikan persetujuan darurat penggunaan vaksin tersebut.
Tujuannya untuk mendorong program vaksinasi India dan menginokulasi semua orang dewasa yang memenuhi syarat pada Desember dan memberi suntikan pertama untuk usia di bawah 18 tahun.
Sebagaimana diketahui, India saat ini masih berjuang untuk menahan penyebaran virus di beberapa negara bagian.
Lantas, apa itu vaksin ZyCoV-D?
Baca juga: Pemerintah Siapkan Vaksinasi Dosis Ketiga Sebagai Booster untuk Tenaga Kesehatan
Mengenal ZyCoV-D
Vaksin ZyCoV-D menggunakan bagian materi genetik dari virus yang memberikan instruksi baik sebagai DNA atau RNA untuk membuat protein spesifik yang dikenali dan ditanggapi oleh sistem kekebalan.
Tidak seperti kebanyakan vaksin Covid-19 yang membutuhkan dua dosis atau bahkan satu dosis, ZyCoV-D diberikan dalam tiga dosis.
Pembuat vaksin ini adalah Cadila Healthcare Ltd, sebuah perusahaan farmasi India yang bermarkas besar di Ahmedabad, Gujarat, India.
Targetnya adalah 100 juta hingga 200 juta dosis vaksin ZyCoV-D setiap tahun. Vaksin ini dikembangkan melalui kemitraan dengan Departemen Bioteknologi, dan merupakan vaksin buatan India kedua yang mendapatkan otorisasi darurat di India setelah Covaxin dari Bharat Biotech.
Menurut perusahaan pembuatnya, vaksin tersebut efektif melawan mutan virus corona baru, terutama varian Delta.
Selain itu suntikan diberikan menggunakan aplikator bebas jarum sebagai lawan dari jarum suntik tradisional.
Baca juga: Cara Cek Stok Vaksin Covid-19 di Kabupaten/Kota Secara Online, Tinggal Klik vaksin.kemkes.go.id
Zydus Cadila juga telah menyerahkan data yang mengevaluasi rejimen dua dosis untuk suntikan pada bulan Juli dan berencana untuk meminta persetujuan peraturan untuk hal yang sama.