Info Kesehatan
Mengenal Badai Sitokin pada Penderita Covid-19, Dapat Sebabkan Kematian, Waspadai Gejalanya
Dikutip dari verywellhealth.com, pada keadaan normal sitokin membantu sistem kekebalan untuk menangani zat menular seperti virus atau bakteri.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Badai sitokin kembali ramai menjadi bahan perbincangan publik.
Sebelumnya, mendadak ramai menjadi pemberitaan setelah Raditya Oloan meninggal dunia karena mengalami badai sitokin.
Kini badai sitokin kembali menyedot perhatian publik setelah Deddy Corbuzier membuat pengakuan yang mengejutkan.
Baru-baru ini, presenter kondang itu mengumumkan bahwa dirinya mengalami badai sitokin di pekan kedua seusai dinyatakan negatif covid-19.
Lantas sebenarnya apa itu badai sitokin?
Baca juga: Minta Warga Segera Vaksin Covid-19, Anies Baswedan Ingin Ramaikan Masjid Lagi: Supaya Aman
Sitokin adalah salah satu protein yang bertugas dalam sistem kekebalan.
Dikutip dari verywellhealth.com, pada keadaan normal sitokin membantu sistem kekebalan untuk menangani zat menular seperti virus atau bakteri.
Namun jika diproduksi secara berlebih sitokin dapat meradang.
Badai sitokin ini terjadi ketika tubuh melepaskan sitokin yang berlebihan ke darah.
Sitokin berlebih ini akan mengakibatkan terjadinya peradangan dan pembekuan darah.
Peradangan ini kemudian akan membuat organ tubuh menjadi rusak dan gagal berfungsi.
Badai sitokin harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian.
Pada penderita Covid-19, peningkatan sitokin dapat menyebabkan gangguan akut pada pernapasan.
Gangguan pernapasan merupakan penyebab utama orang yang menderita Covid-19.
Baca juga: Mengenal ZyCoV-D, Vaksin DNA Pertama di Dunia yang Diyakini Efektif Lawan Covid-19 Varian Delta
Gejala Badai Sitokin