Breaking News:

Info Kesehatan

Ini Obat yang Bantu Kurangi Risiko Kematian Pasien Covid-19

studi ini melibatkan 1.525 pasien Covid-19 dengan oksigen tambahan, yang dirawat di 101 rumah sakit di 12 negara

Editor: Tsaniyah Faidah
Miguel Á. Padriñán/Pixabay
llustrasi - obat yang bantu kurangi risiko kematian Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pasien dengan Covid-19 yang parah dan dirawat di rumah sakit, yang menerima obat rheumatoid arthritis baricitinib yang dikombinasikan dengan standar perawatan lainnya, dapat terhindar dari risiko kematian.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet Respiratory Medicine, pasien Covid-19 yang meninggal karena penyakit yang parah lebih jarang, setelah standar perawatan mereka dikombinasikan dengan obat rheumatoid arthritis.

Peneliti utama studi ini adalah E. Wesley Ely, MD, MPH, Grant Liddle Professor of Medicine di Vanderbilt University Medical Center, dan Vince Marconi, MD, dari Emory University.

Dilansir dari Medical Xpress, Kamis (2/9/2021), studi ini melibatkan 1.525 pasien Covid-19 dengan oksigen tambahan, yang dirawat di 101 rumah sakit di 12 negara, yakni Asia, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Baca juga: Tanpa Colok Hidung, Ini Alat Tes Covid-19 Terbaru, Hanya dengan Kumur

Ely dan Marconi tidak menerima kompensasi finansial untuk pekerjaan mereka dalam penelitian, yang didanai oleh Eli Lilly and Company, perusahaan yang membuat rheumatoid arthritis baricitinib, obat yang dikenal karena sifat anti-inflamasinya atau anti peradangan.

Dalam uji coba COV-BARRIER, untuk menunjukkan bahwa obat tersebut dapat mengurangi risiko kematian pasien Covid-19, penerimanya ditentukan secara acak untuk menerima obat rheumatoid arthritis baricitinib versus plasebo, yang diberikan sekali sehari hingga 14 hari di samping standar perawatan, yang mencakup obat deksametason dan remdesivir.

Penyelidikan COV-BARRIER ini, menemukan bahwa obat rheumatoid arthritis baricitinib dapat mengurangi mortalitas 28 hari dan 60 hari sebesar 5 persen dibandingkan dengan plasebo.

"Pasien yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi SARS-CoV-2, sering mengalami keadaan hiperinflamasi intens yang dapat menyebabkan disfungsi banyak organ, termasuk sindrom gangguan pernapasan akut, syok septik, dan kematian," kata Ely.

Baca juga: Video Nissa Sabyan Vaksin Covid-19 Jadi Omongan, Sikap Ayus Ajak Ummi Ngobrol Tuai Sorotan

Ely menambahkan meskipun pengobatan dengan remdesivir, deksametason dan tocilizumab, dapat mengurangi kematian di antara pasien yang dirawat di rumah sakit, standar pengeobatan ini tetap menjadi kebutuhan penting yang belum terpenuhi.

"Semakin jelas bahwa pengobatan dengan baricitinib dapat membantu mencegah kematian pada beberapa pasien Covid-19 yang paling kritis, dan bahwa kelas obat ini merupakan kemajuan pengobatan yang penting untuk kelompok pasien yang rentan ini dalam pandemi yang terus berkembang," imbuh Ely.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved