Ribut dengan Sentul City, Rumah Rocky Gerung Dikepung Buldozer : Monyet Pun Kini Tak Berani Datang
Beberapa hari berkonflik dengan Sentul City, Rocky Gerung merekam kondisi terkini rumahnya yang terancam dibongkar.
Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
"Ini tanah kosong, saya tanam semuanya. Ada durian, jeruk, semangka. Saya beli dengan prosedur yang halal, clean and clear," akui Rocky Gerung.
Lebih lanjut, Rocky Gerung juga bercerita soal jumlah tanaman yang ia tanam dan rawat selama bertahun-tahun.
"120 jenis tanaman. Spesiesnya pasti lebih dari itu. Ada pohon jeruk lain, ada 7 macam. Itu ada pohon dari Papua, Matoa, durian juga ada," ujar Rocky Gerung.
Baca juga: 4 Vila Sudah Dibongkar, Aktifitas Alat Berat Sudah Mendekati Perbatasan Lahan Rocky Gerung
Berjalan ke arah tebing, Hersubeno Arief takjub kala melihat deretan anggrek cantik.
"Ini yang bakal bikin emak-emak histeris kalau ini dibuldozer. Ini anggrek kan ?" tanya Hersubeno Arief.
"Ini anggrek saya siram-siramin. Bunganya ini udah 8 bulan tetap seperti itu, anggrek bulan. Itu disiapkan untuk menghipnosis mbak-mbak dan emak-emak," akui Rocky Gerung seraya bercanda.
"Ini Anda rawat sendiri semua ?" tanya Hersubeno Arief.
"Iya saya rawat. Disiram minimal satu kali sehari," ungkap Rocky Gerung.
Melanjutkan cerita, Rocky Gerung langsung menunjukkan lahan yang telah digusur oleh alat berat diduga milik Sentul City.

Terlihat ada beberapa alat berat seperti buldozer serta ekskavator di depan rumah Rocky Gerung.
"Itu kelihatan ya apa yang mereka gusur," kata Hersubeno Arief.
"Itu betul-betul sudah dibatas, 50 meter. Itu buldozernya, udah tiga hari berhenti di situ. Karena ada konferensi pers, kelihatannya Sentul berubah pikiran sejenak," pungkas Rocky Gerung.
Diceritakan Rocky Gerung, lahan yang telah digusur oleh buldozer tadinya adalah lahan hijau tempat burung membangun sarang.
Baca juga: Adu Kuat Bukti Rocky Gerung dengan Sentul City Atas Kepemilikan Tanah di Bogor, Siapa yang Berhak ?
Namun kini terlihat, lahan tersebut tampak tandus dan tak ada lagi pohon hijau.
"Bayangkan bukan hanya manusia yang menderita akibat penggusuran. Monyet yang biasanya datang untuk mengambil pisang dari Anda juga enggak berani datang ya ?" pungkas Hersubeno Arief.