UPDATE Kasus Pembunuhan Subang Tuti dan Amalia, Stik Golf di TKP Jadi Sorotan Polisi
Bahkan, Suami Tuti dan ayah kandung Amalia yakni Yosef dipanggil polisi untuk yang ke-12 kalinya.
Penulis: Damanhuri | Editor: khairunnisa
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Aparat kepolisian melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (24) di Subang, Jawa Barat.
Terbaru, polisi mempertanyakan soal stik golf yang ditemukan di TKP kasus pembunuhan Tuti dan Amalia.
Sejumlah saksi kunci diperiksa polisi hingga berulang kali.
Bahkan, Suami Tuti dan ayah kandung Amalia yakni Yosef dipanggil polisi untuk yang ke-12 kalinya.
Polisi juga sudah memeriksa Yosef dengan menggunakan alat tes kebohongan.
"Ya, kemarin untuk ke-12 kali Pak Yosep dilakukan BAP tambahan," ujar Rohman Hidayat, saat dihubungi, Jumat (24/9/2021).
Baca juga: Curhatan Istri Muda Yosef Pasca Tuti dan Amalia Tewas Terbunuh, Mimin : Saya Pasrah
Dalam pemeriksaan itu, kata dia, penyidik meminta penegasan dari Yosef terkait keberadaannya saat kejadian nahas terjadi.
Tak hanya itu, kata dia, penyidik juga mempertanyakan terkait stik golf yang ditemukan polisi di lokasi kejadian.
"Termasuk menanyakan kepemilikan stik golf yang ada di TKP," katanya.
Penyidik pun, kata dia, sempat menanyakan bagaimana hubungan Yosef dengan istri mudanya yang bernama Mimin.
"Ya, termasuk bagaimana hubungan dengan Bu Mimin juga," ucapnya.
Rohman menambahkan, lamanya proses pengungkapan pelaku pembunuhan ini berdampak pada psikis Yosef.
Ia pun berharap, dalam waktu dekat ini Polisi dapat segera mengungkap siapa dalang dan pelaku dari pembunuhan tersebut.
"Harapannya kita segera terungkap. Karena kasihan juga, yayasan punya Pak Yosep juga terbengkalai," katanya.
Pisah Rumah
Minin dan Yosef rupanya pisah rumah sejak Tuti dan Amalia ditemukan tewas.
Kuasa Hukum Yosef, Rohman Hidayat mengatakan, Yosef dan Mimin tidak lagi tinggal serumah.
Ia mengatakan, Minin dan Yosef bertemu saat diperiksa polisi.
Selain tak bertemu, Yosef dan Mimin pun kini sama-sama tak memiliki handphone sehingga tak lagi menjalin komunikasi satu sama lain.
"Pak Yosef dan Mimin saat ini tidak menjalin komunikasi," kata Rohman Hidayat.
"Pak Yosef tidak pegang hp, bu Mimin juga gak pegang HP," tambahnya.
Baca juga: Punya Bukti Kuat, Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Subang, Calon Tersangka Mengkrucut
Sosok Wanita Misterius
Seorang wanita misterius dicurigai terlibat dalam kasus pembunuhan Tuti dan Amalia.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan satu dari kendaraan tersebut diduga digunakan pelaku.
"Dari kesesuaian itu, hanya sementara ini ada dugaan bahwa diduga pelaku menggunakan kendaraan,”
“Artinya kalau pun dia pelaku, ada hubungannya dengan kejadian tersebut," kata Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/9/2021).
Pakar Psikolog Forensik, Reza Indragiri turut buka suara soal fakta sosok wanita misterius yang kini dicurigai polisi.
Ia menjelaskan jika dirujuk mobil Avanza putih sebagai bukti, menurutnya hal itu tak spesifik.
Karenanya terbuka tafsiran yang terlalu luas.
Baca juga: Hubungan Yosef dan Yoris Retak Pasca Tragedi Pembunuhan Tuti dan Amalia, Kini Tak Saling Sapa
Baca juga: Polisi Temukan Bukti Baru Kasus Pembunuhan Subang, Bungkusan Hitam Diduga Milik Pelaku Diperiksa

Namun, disebutkan dalam mobil Avanza putih itu ada wanita yang berkunjung, kemudian menurutnya hal itu menjadi pertanyaan.
Adapun pertanyaan itu terkait apakah tepat wanita misterius dalam mobil Avanza itu ditetapkan menjadi tersangka.
Dari hipotesa tersebut, demikian menurutnya hanya pihak kepolisian yang mengetahui.
Kendati begitu terkait hal ini, Psikolog Forensik itu pun memaparkan penjelasannya.
Ia mengulas bagaimana saat kejadian jika wanita tersebut yang melakukan perampasan nyawa tersebut seorang diri.
“Maaf, tubuh kedua almarhumah berada di dalam bagasi mobil kan ya, saya tidak berpikiran bahwa satu orang perempuan akan memiliki cukup tenaga untuk mengangkat tubuh korban di situasi sedemikian rupa,”
“Dengan kegentingan sedemikian rupa, ditaro di dalam kendaraan dan maaf dalam kondisi tanpa busana,” ujar Pakar Psikolog Forensik, Reza Indragiri, dikutip Tribunjabar.id dari tvOneNews (20/9/2021).
Baca juga: Buru Pembunuh Tuti dan Amalia 2 Pria Ini Kembali Diperiksa, Polisi Gabungan Disebar ke TKP Kejadian
Baca juga: Kesaksian Pegawai Cuci Mobil saat Amel dan Tuti Tewas: Ada Perempuan Jalan ke Arah Tong Sampah
Selain itu, psikolog itu menduga ketidakmungkinan seorang pelaku wanita untuk membuat TKP seolah rusak.
Terlebih dari hasil pemeriksaan, korban meninggal akibat dipukul.
Demikian, sepemikirannya ia tak membayangkan wanita misterius tersebut jika ia pelaku, melakukan perampasan nyawa tersebut seorang diri.
Menurutnya, tak lazim bagi seorang wanita yang berkemampuan mengendalikan diri hingga mengangkut jasad kedua korban ke dalam mobil.
Kendati begitu, psikolog itu menegaskan hal tersebut masih pemikiran spekulatif.
Hanya saja ia menafsirkan wanita misterius dalam mobil Avanza putih dari temuan polisi tersebut belum pasti akan membantu untuk menetapkan tersangka.
“Apa yang ditafsirkan, ada yang menyebut seorang perempuan keluar dari mobil dan seterusnya, yang menurut saya, barangkali tidak sungguh-sungguh akan membantu kita mencari tahu, apakah perempuan ini pantas ditetapkan sebagai tersangka atau tidak, dengan kondisi fisik dan psikis seperti yang tadi saya deskripsikan,” ungkapnya.
Pelaku Berkomplot
Polisi melacak pelaku pembunuh Tuti dan Amalia lewat 55 rekaman kamera CCTV yang terpasang di ruas jalan Cagak, Subang, Jawa Barat.
Disinyalir, pelaku berkomplot saat melakukan aksi pembunuhan kepada ibu dan anak tersebut.
Jejak pelaku terlacak setelah polisi melakukan analisa dari rekaman CCTV yang didapat petugas.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut terduga pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia terekam di kamera CCTV.
"Melihat rekaman CCTV di 55 titik, arah perjalanan dari wilayah Bandung ke Subang. Kemudian penyidik melihat kesesuaian antara keterangan saksi dengan CCTV," ungkap Kombes Ahmad Ramadhan dilansir dari Kompas TV, Sabtu (18/9/2021).
Berdasarkan hasil rekaman CCTV, kelompok pembunuh Tuti dan Amalia itu pun diduga menggunakan dua kendaraan.
Ada dua kendaraan yang diduga dipakai pelaku pembunuhan, yakni mobil Avanza berwarna putih dan motor NMAX warna biru.
Baca juga: Teka-teki Keberadaan HP Amel, Bukti Baru Ungkap Misteri Pembunuhan di Subang

"Dari kesesuaian itu, hanya sementara, ada dugaan pelaku menggunakan kendaraan, atau ada dugaan sebuah kendaraan jenis Avanza warna putih. Kalaupun dia pelaku, ada hubungan dengan kejadian tersebut," pungkas Kombes Ahmad Ramadhan.
Misteri Pengendara NMAX Biru
Saat ini polisi tengah berusaha mengungkap misteri pengendara motor NMAX biru yang diduga pelaku pembunuhan TUti dan Amalia di Subang, Jawa Barat.
Polisi kini fokus mencari siapa saja warga yang memiliki kendaraan berupa motor seperti ciri-ciri terduga pelaku pembunuhan Subang.
Dari ribuan kendaraan, polisi berhasil menemukan ada 26 warga yang sesuai dengan ciri-ciri terduga pelaku pembunuhan.
Baca juga: Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku yang Melintas di Lokasi Pembunuhan Tuti, Ciri-cirinya Terungkap !
"Kemudian satu kendaraan lagi adalah kendaraan sepeda motor roda dua warna biru, itu kendaraan jenis NMAX. Kalau Kita melihat dengan data, ada 5572 unit, lalu mengerucut ada 26 kendaraan roda dua NMAX biru dari warga yang ada di sekitar Kabupaten Subang," ujar Kombes Ahmad Ramadhan.
Fokus polisi pun kini melacak pemilik kendaraan roda dua berwarna biru itu di lima wilayah.
"Saat ini masih dilakukan identifikasi terhadap beberapa kendaraan roda dua NMAX warna biru di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cimahi, dan Kabupaten Sumedang," ungkap Kombes Ahmad Ramadhan.
"Penyidik melakukan identifikasi kendaraan, beberapa kendaraan. Pemilik kendaraan tersebut didalami. Misal sepeda motor warna biru itu kan ada ribuan. Itu akan didalami dengan hubungan antara calon tersangka dengan korban," sambungnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah mendapatkan sampel DNA dari terduga pelaku.
Hal tersebut didapatkan dari barang bukti yang diduga ditinggalkan oleh terduga pelaku.
Barang tersebut adalah helm.
"Ada beberapa BB (barang bukti) yang tertinggal seperti helm. Dari helm tersebut kita sudah mendapatkan sampel DNA yang tertinggal. Nah tinggal Kita cari sampel pembanding dari orang-orang yang nanti akan diduga sebagai tersangka," kata Kombes Ahmad Ramadhan.
(TribunnewsBogor.com/KompasTV/Tribun Jabar)