Peneliti Temukan Virus Mirip Penyebab Covid-19 dari Kelelawar di Laos, Dapat Menginfeksi Manusia
Jenis virus ini sangat mirip dengan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 sehingga mereka yakin dapat menginfeksi manusia.
Prof Edward dari University of Sydney Australia, yang telah mempelajari kemunculan dan penyebaran SARS-CoV-2 tapi tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa makalah ini sangat signifikan.
“Menurut saya, virus ini tidak hanya ditemukan pada kelelawar dan trenggiling. Ekologi tidak seperti itu. Saya menduga mereka juga akan ditemukan pada spesies mamalia lain tetapi belum diambil sampelnya,” kata Prof. Holmes dikutup dari Medical News Today.
Baca juga: Ini Yang Harus Dihindari Setelah Vaksin Covid-19, Simak Ulasannya di Sini!
Studi mengenai kelelawar di China
Sebuah studi oleh tim dari Chinese Academy of Medical Sciences dan Peking Union Medical College di Beijing telah menyebut bahwa virus terkait SARS-CoV-2 sangat langka pada kelelawar di China.
Hal itu setelah peneliti mengambil swab hidung dan dubur dari lebih dari 13.000 kelelawar, antara 2016- 2021 di 703 lokasi di seluruh negeri.
Makalah itu juga menunjukkan, virus SARS-CoV-2 tidak terdeteksi dalam sampel yang diambil dari Pasar Huanan Wuhan, 40 hari setelah penutupan pasar, yang disebabkan oleh kekhawatiran bahwa peristiwa infeksi awal telah terjadi di sana.
Penulis menyimpulkan, penelitian lebih lanjut harus dilakukan di selatan dan barat daya China untuk menentukan asal virus.
Alasan sulit menentukan virus corona
Salah satu alasan sulitnya menentukan virus corona berasal adalah genom virus yang berubah melalui proses atau rekombinasi, bukan hanya melalui mutasi.
Rekombinasi virus terjadi ketika dua strain yang berbeda menginfeksi sel inang yang sama.
Saat virus bereplikasi dalam sel yang sama, virus dapat berinteraksi, dan keturunan yang dihasilkan dapat memiliki beberapa gen dari kedua inang, dan hal ini dapat membuat sulit untuk mengetahui garis keturunan virus tersebut.
“Rekombinasi tampaknya penting untuk bagaimana virus ini berevolusi secara keseluruhan,” ujar ahli virologi evolusi dari Universitas Glasgow di Inggris Spyros Lytras.
Pihaknya mengatakan virus-virus ini mengubah bagian genom mereka sepanjang waktu, dan virus baru dari Laos mencerminkan hal itu.
"Meskipun virus-virus ini ditemukan di tempat yang sama, gua yang sama, virus memiliki bagian genom yang berbeda yang memiliki kombinasi bagian rekombinan yang berbeda,” kata dia.
Artikel ini tayang di kompas.com dengan judul Peneliti Temukan Virus Mirip Penyebab Covid-19 dari Kelelawar di Laos