Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Kota Bogor Naik

Dari Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Kota Bogor tahun 2020, ada beberapa target capaian program kerja yang tidak tercapai di bidang p

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Seorang PMKS yang sedang duduk meminta minta di Jembatan Merah Kota Bogor. 

Selain bantuan bantuan tersebut kata Okto program lainnya adalah program Keluarga harapan (PKH) yang didalamnya mencakup bantuan sosial masyarakat pendidikan dan kesehatan serta pangan dan kesejahteraan, Pemberian bantuan pangan non tunai, Pemberdayaan wanita rawan sosial ekonomi.

"Selain itu juga ada bantuan bantuan dari donatur yang dikoordinir di Satgas Covid-19 yakni di Posko Bantuan yang kemudian setelah itu dibagikan kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Namun meski sejumlah program telat dijalankan penanganan kemiskinan diperlukan berbagai program yang bisa disesuaikan dengan isue terkait sosial ekonomi.

Karena seperti dari data yang ada pada LPPD angka kemiskinan juga tidak lepas dari faktor lainnya seperti meningkatnya jumlah pengangguran terbuka karena kecilnya angka serapan kerja sebagai konsekunsi dari minimnya lapangan kerja di Kota Bogor.

Isu Strategis Perekonomian diantaranya adalah Pengangguran, daya saing, produktivitas dan peran UKM/IKM, Ekonomi kreatif dan koperasi, ketimpangan pendapatan, menurun daya beli masyarakat, meningkatnya penduduk rentan miskin, tidak terpenuhinya kebutuhan akan gizi berimbang, tidak terpenuhinya pelayanan kesehatan, meningkatnya permohonan jaminan pembiayaan kesehatan, potensi putus jenjang pendidikan, tidak mampu memenuhi pembelajaran daring meningkatnya potensi pmks, banyaknya angka PHK dan PHK sementara, meningkat potensi pekerja anak, pengangguran terselubung, dan berbagai isu trategis lainya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved