UMK Bogor 2022

UMP Jabar Tahun Depan Naik, UMK Bogor 2022 Terancam Tidak Naik, Tetap Rp 4,2 Juta

Menurut Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor, perhitungan UMK tahun 2021 sudah lebih, yakni berkisar Rp 4,2 juta.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Tribun-Papua
Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor sepakat UMK Bogor 2022 tidak mengalami kenaikan 

Selain itu, keputusan penetapan UMK juga harus melaksanakan PP Nomor 36 Tahun 2021 secara konsisten dan tidak berpihak untuk menyelamatkan industri dan pekerja.

Kendati Ade Yasin sudah menegaskan tak ada kenaikan UMK, Pemkab Bogor belum menggelar rapat pleno membahas kenaikan UMK tahun 2022.

Rencananya, penetapan secara resmi akan diumumkan tanggal 25 November 2021, seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 sebagai turunan dari UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020.

Baca juga: UMP Jawa Barat Naik Rp 31 Ribu Jadi Rp 1.841.487, Berapa UMK Bogor 2022? Ini Rinciannya

Buruh Kabupaten Bogor Tuntut Kenaikan Upah

Dilansir TribunnewsBogor.com dari wartakotalive.com, Buruh Kabupaten Bogor berencana melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (25/11/2021).

Mereka menuntut adanya kenaikan UMK Bogor 2022 sebesar 7,2 persen.

Sekretaris Dewan Pengurus Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Kabupaten Bogor mengatakan, pihaknya sempat mengadakan rapat bersama Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) pada Selasa (23/11/2021).

Namun, hasil rapat menemui jalan buntu. Baik serikat buruh maupun APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) kukuh pada pendirian masing-masing.

Baca juga: Daftar Gaji UMR 2021 di Jawa Barat, Posisi Berapa UMK Bogor? Simak Juga Rencana Kenaikan Upah 2022

Disaat buruh menuntut ada kenaikan upah, APINDO justru tetap berpatopakan pada UU Omnibus Law Cipta Kerja No.11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

"Posisi pemerintah Kabupaten Bogor mengikuti regulasi dari pemerintah," jelasnya.

Menurut dia, jika mengikuti regulasi maka tahun ini tidak ada kenaikan upah di Kabupaten Bogor karena UMK 2021 berada di atas batas atas upah sesuai rumus formula pengupahan.

"Batas atas upah di Kabupaten Bogor sesuai formula pengupahan adalah Rp 3.490.350. Sementara batas bawah Rp 1.745.175. Jika mengacu ke sini maka tidak akan ada kenaikan UMK 2022," papar Hendri.

Baca juga: Cairkan BSU Rp 1 Juta, Cek BLT Subsidi Gaji di bpjsketenagakerjaan.go.id dan kemnaker.go.id

Formula penetapan upah dari pemerintah ini ditolak oleh serikat buruh Kabupaten Bogor.

"Kami tolak aturan ini karena mengacu kepada UU Omnibus Law tidak diterima oleh serikat buruh," ungkapnya.

Untuk memperjuangkan nasibnya, buruh Kabupaten Bogor berencana melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bogor di Cibinong pada Kamis (25/11/2021).

"Kami akan turun ke jalan besok menuntut hak kami. Kami minta Bupati Bogor melakukan diskresi terkait UMK 2022 ini," pungkas Hendri.

(TribunnewsBogor.com/Wartakotalive.com)

  • Berita Terkait :#UMK Bogor 2022
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved