Siswi SMK Tewas

Misteri 3 Tahun Kasus Pembunuhan Noven di Bogor, Gregorius: Pengungkapan Kasus Akan Makin Sulit

Kasus pembunuhan siswi SMK di Bogor hingga kini masih menjadi misteri yang belum diungkap oleh aparat kepolisian Polresta Bogor Kota.

Editor: Damanhuri
Kolase TribunnewsBogor.com/Lingga/Tribun Jabar
barang bukti badik Kasus pembunuhan Noven, siswi SMK di Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Geok Mengwan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH  -- Kasus pembunuhan siswi SMK di Bogor hingga kini masih menjadi misteri yang belum diungkap oleh aparat kepolisian Polresta Bogor Kota.

Seperti diketahui,  Adriana Yubelia Noven seorang siswi SMK di Bogor tewas menjadi korban pembunuhan seusai pulang dari sekolahnya.

Lalu bagaimana kabar terkini kasus Noven?

Gregorius B Djako atau yang sering disapa Greg ini adalah pengacara dari saksi kunci pembunuhan Noven, Jeremias Ferdinan Lasaurus.

Dalam podcast Meja Kang Wid yang tayang di kanal YouTube Tribunnews Bogor pada 21 Desember 2021, Greg mengatakan bahwa pengungkapan kasus pembunuhan Noven akan makin sulit.

Hal tersebut dikarenakan meski dalam hal pengungkapan kasus tidak memiliki batas waktu, Greg menjelaskan bahwa pada kasus Noven, proses yang berjalan hampir tiga tahun ini membuat para saksi yang notabene merupakan teman sekolah korban sudah lulus dan kembali ke rumahnya masing-masing.

Sedangkan rata-rata rumah para saksi ini berada di luar daerah.

Baca juga: Terungkap Setelah Hampir 3 Tahun, Teman dan Mantan Pacar Kenali Pria di CCTV Kasus Noven

Hal tersebut tentunya akan menyulitkan proses pengungkapan kasus.

“Proses yang begitu lama sampai dengan tiga tahun, yang diduga para saksi dalam kasus ini juga kemudian sudah lulus, rata-rata teman-temannya korban kemudian sudah lulus dari SMK. Ini kan (teman-teman Noven) sekolah di sini dari luar daerah. Orang-orang itu sudah pindah kemana-mana, sudah berpencar itu membuat kasus ini menjadi lebih sulit,” jelas Greg.

Menurut Greg, kasus Noven ini seharusnya bukan kasus berat tetapi kasus sedang karena adanya bukti dan saksi-saksi, namun kasus ini sekarang menjadi berat karena saksi-saksi sudah tidak tinggal di Bogor.

Gregorius B Djako, pengacara saksi kunci dalam kasus Noven
Gregorius B Djako, pengacara saksi kunci dalam kasus Noven (Youtube Tribunnews Bogor)

"Menurut saya ya, ini kasus sedang karena kalau dibilang kasus ringan harusnya sudah diungkap dari dulu. Ini kasus sedang karena memang kan bukti, petunjuk, ada. Kemudian pemeriksaan terhadap saksi-saksi cukup banyak. (Saksi) tidak ada yang melihat langsung tapi kan polisi punya berbagai macam cara untuk bisa mengungkap dari teman-teman korban," ungkap Greg.

"Tapi kasus ini kemudian menjadi kasus sulit saat ini, saat saksi-saksi itu kemudian sudah tidak berada di Bogor," tambah Greg.

Dengan kondisi tersebut pria yang menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum PDIP Kabupaten Bogor ini mengatakan seharusnya kewenangan pada kasus Noven harus dilimpahkan kepada institusi lebih tinggi agar bisa menjangkau wilayah yang lebih luas.

"Menurut saya institusi yang lebih tinggi harus mengambil alih kasus ini. Harus bisa menjangkau lebih luas supaya bisa diungkap," kata Greg.

Baca juga: Update Terbaru Kasus Pembunuhan Noven, Polisi Jawab Tudingan Ada Oknum Minta Uang untuk Penyelidikan

Baca juga: Penampakan Jelas Wajah Terduga Pembunuh Siswi SMK Noven, Blur Sejak 2019 hingga Minta Bantuan FBI

Karangan bunga di lokasi penusukan Andriana Yubelia Noven, Sabtu (12/1/2019).
Karangan bunga di lokasi penusukan Andriana Yubelia Noven, Sabtu (12/1/2019). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Diketahui sebelumnya, pada 8 Januari 2019 Adriana Yubelia Noven yang merupakan seorang siswi SMK di Bogor ditemukan meninggal dengan pisau yang masih menancap di dada kirinya.

Kejadian mengerikan tersebut terjadi di sebuah gang dekat Terminal Baranangsiang, tepatnya di Jalan Riau, Kecamatan Baranangsiang, Kota Bogor.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi didapatkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, namun pelaku masih belum bisa diidentifikasi karena kualitas gambar yang buruk.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved