Sejoli Korban Tabrak Lari

Ingat Anak Istri, Tangis Kopda Andreas Pecah Ungkap Perintah Keji Kolonel Priyanto : Saya Mohon Pak

Perintah dari sang atasan, Kolonel Priyanto makin membuat Kopda Andreas dan rekannya, Koptu Ahmad Sholeh begidik ngeri.

Penulis: Uyun | Editor: Soewidia Henaldi
kolase TribunJakarta/Kompas
'Kalau Ada Apa-apa Gimana' ucap Andreas nangis usai tabrak sejoli, disuruh Kolonel P buang ke sungai 

Namun ucapan anak buah langsung ditegur keras Kolonel Priyanto.

"Itu anak orang pasti dicariin sama orangtuanya, mending kita balik," ucap Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko, dalam naskah kronologi yang dibacakan Kolonel Sus Wirdel Boy.

"Kamu diam saja ikuti perintah saya," tegas Kolonel Priyanto.

'Kalau Ada Apa-apa Gimana' ucap Andreas nangis usai tabrak sejoli, disuruh Kolonel P buang ke sungai
'Kalau Ada Apa-apa Gimana' ucap Andreas nangis usai tabrak sejoli, disuruh Kolonel P buang ke sungai (kolase TribunJakarta/Kompas)

Kolonel Priyanto tetap tak bergeming, ia lalu mengaku pernah mem-bom rumah seseorang dan tak ketahuan.

"Dijawab terdakwa, 'saya pernah bom satu rumah, dan tidak ketahuan'," kata Kolonel Sus Wirdel Boy.

"Saksi dua berkata, 'izin bapak saya tidak ingin punya masalah',"

"Dijawab, 'Kita tentara, kamu gak usah cengeng, gak usah panik'," imbuhnya.

Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko akhirnya menurut, dan membantu Kolonel Priyanto membuang jasad sejoli tersebut ke Sungai Serayu. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved