Terbaring Sakit dan Sudah Tak Bisa Beraktifitas, Lansia di Bogor Berharap Bantuan dari Pemerintah

Melawan rasa sakit, seorang lansia hanya dapat terbaring di tempat tidur yang beralaskan karpet dan kasur tipis.

Tribunnewsbogor.com/Siti Fauziah Alpitasari
Kondisi Emak Dedeh selama 15 bulan ini sudah tak dapat melakukan aktivitas apapun, Selasa (10/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Siti Fauziah Alpitasari 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIOMAS - Melawan rasa sakit, seorang lansia hanya dapat terbaring di tempat tidur yang beralaskan karpet dan kasur tipis.

Ya Dedeh, warga Kampung Cibogel no 91 RT 2/2, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor ini tinggal bersama satu anak perempuan dan satu cucu laki-lakinya.

Pantauan TribunnewsBogor.com saat mendatangi kediamannya, tampak ibu paruh bayah itu seorang diri dengan kondisi sudah terbaring dan tak dapat melakukan aktivitas apapun.

Tak lama kemudian cucu laki-lakinya, Fikram pun datang untuk menjaga sang neneknya itu yang kerap disapa Emak Dedeh.

“Ibu gak ada, lagi ngojek biasanya daerah Suryakancana atau Ciheuleut Bogor,” tutur Fikram kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (10/5/2022).

Fikram pun mengatakan bahwa sang nenek tubuhnya semakin hari semakin mengecil.

“Dulu itu besar Emak, cuman sekarang makin kecil badannya tiap hari pakai Pampers, terus dilap soalnya kan udah gak bisa mandi, jadi harus jaga gantian sama ibu,” ujarnya.

Di sisi lain, saat TribunnewsBogor.com mencoba menghubungi sang anak, Wati. Ia pun menjelaskan mengenai kondisi Emak Dedeh saat ini.

“Hampir 2 tahun sakit, cuman parahnya ini kurang lebih 15 bulan udah gak bisa ngapa-ngapain,” kata anak Emak Dedeh, Wati Haryati (39).

Wati pun menjelaskan bahwa ia pun tak memiliki biaya untuk pengobatan sang Ibunda, namun sempat dari pihak Kecamatan dan Tim Kesehatan yang datang ke kediamannya itu.

“Waktu itu ada orang ke rumah dari Kecamatan dari tim Kesehatan normal gak ada penyakit apa-apa, mungkin karena penykit tua aja, sama bantuan kursi roda dari LSM dan Alfamart,” kata Dia.

Selain itu, ia pun mengaku bahwa sempat menerima bantuan sosial BLT DD pada tahun 2021 silam, namun saat ini ia sudah tak menerima bantuan BLT DD, PKH maupun BPNT.

Ia pun tak mengetahui penyebab sang ibunda yang tak kunjung menerima bantuan sosial pada tahun ini.

“Waktu 2021 nerima tuh dapat dana dari BLT Dana Desa, cuman 2022 ini belum ada dari Desa. Sempet nanya ke pihak RT bantuan untuk tahun ini udah keluar cuman d rolling, Paling bantuan dari tetangga dua minggu sekali belum tentu atau sebulan sekali,” lanjutnya.

Demi menghidupi sang ibunda yang sedang terbaring dan membiayai sekolah sang anak. Ia pun rela banting tulang dengan menjadi driver ojek online.

“Biaya dari mana lagi, saya keluar abis dzuhur nunggu anak pulang sekolah karena kan harus ada yang jaga Emak, nah pulang pokoknya mau ada penumpang atau gak harus pulang pukul 07.00 atau 08.00 WIB paling telat,” tandasnya.

Di sisi lain ketua RT Cibogel, Acu Suherman pun menanggapi hal tersebut.

“Udah lama sakit tua, saya kurang begitu tau kita sudah mengajukan BLT, tahun lalu pun sudah dapat. Cuman kalau tahun ini belum turun saya juga tidak tahu yang penting kalau dari sini kita sudah mengajukan atau biasanya kan rolling juga ya,” tutup Acu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved