HJB ke-540 Usung Tema Abhinaya Satya Lestari, Ini Maknanya
Selain tema yang sudah dirumuskan, Pemkot Bogor juga telah melaunching logo terkait HJB 540 tahun ini.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
Prabu Siliwangi mewariskan prinsip kebajikan yang disebut dengan pakena gawe rahayu (membiasakan diri berbuat kebajikan).
Prinsip ini merupakan jalan menuju kesejahteraan yang hakiki dengan berbuat kebajikan kepada Tanah Air, bangsa, Negara, orang tua, guru dan pemimpin.
Beliau juga mewasiatkan prinsip-prinsip kebenaran yang dikatakan dengan pakena kereta bener (membiasakan diri berbuat dalam kebenaran), yakni jalan menuju ketentraman bagi seseorang dalam menjalani hidup dengan tidak melanggar hukum agama, adat maupun hukum negara.
Dalam menegakkan peraturan tersebut dilakukan oleh tindakan dengan memberikan sanksi dan hukuman bagi siapapun yang melanggar peraturan, atau ketentuan negara pada waktu itu.
Prinsip hidup lainnya yang tertuang dalam prasasti dan undang-undang yang dibuat pada zaman itu mewakili gambaran bahwa Prabu Siliwangi mengajarkan rakyatnya untuk hidup baik dan benar, menghormati hidup orang lain, tidak berlebihan, dan selalu eling waspada bahwa hidup di dunia ini hanya sementara.
Prinsip ini juga sejalan dengan tema HJB 540 Tahun 'Abhinaya Satya Lestari'.
Sementara itu, untuk rangkaian acara pun, HJB kali ini ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar pada HJB kali ini.
HJB 540 bakal digelar kembali setelah vakum selama hampir dua tahun lantaran pandemi Covid-19 yang melanda.
Ketua Pelaksana HJB 540 Dody Achdiat menjelaskan ada beberapa rangkaian yang akan digelar pada HJB 540 kali ini.
"Jadi HJB kita ke 540 ini kegiatannya kita sudah menyiapkan yang pertama tanggal 3 Juni itu lokasinya satu titik di Alun-Alun Bogor," kata Dody kepada TribunnewsBogor.com.
Rangkaian acara itu, tambah Dody, akan digelar sejak pagi hari.
"Jadi pagi hari Wali Kota Bogor membagikan KTP kepada 58 warga yang berulang tahun tepat di tanggal 3 Juni. Kemudian disambung rapat paripurna istimewa di DPRD Kota Bogor," tambahnya.
Kemudian acara itu, tambah Dody, akan langsung disambung dengan acara pawai yang akan digelar sore hari.
"Kemudian ada pawai dengan rute Balai Kota Bogor, Jalan Djuanda, dan kemudian belok langsung ke Alun-Alun Kota Bogor. Ini pun masih ada beberapa alternatif," tambahnya.
Rute rangkaian dan pawai acara itu, tambah Dody, sebagai helaran untuk memeriahkan suasana.
Sebab, kata Dody, ada beberapa ornamen-ornamen khas serta penampilan-penampilan yang akan memeriahkan HJB kali ini.
"Para Forkompminda dan jajaran lainnya akan menggunakan pakaian khusus. Lebih ke nuansa Nusantara memang. Lebih memeriahkan keberagaman memang. Kita pun akan menampilkan sanggar-sanggar kesenian di Bogor," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/hjb-540.jpg)