Ingin Berkurban ? Simak Tips dari Dokter Hewan Ini, Dijamamin Bermanfaat

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi dan kambing menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang ingin ikut kurba

Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Siti Fauziah Alpitasari
Sebagian kandang sapi di Obot Berkah Farm, Senin (13/6/2022.) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Berikut tips memilih hewan kurban yang sehat tanpa khawatir terserang Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK).

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) yang menyerang hewan ternak sapi dan kambing menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang ingin ikut kurban sapi di momen hari raya idul adha mendatang.

Pasalnya ada banyak sapi atau hewan kurban ini terserang PMK.

Dokter hewan atau Medik Veteriner ahli pertama, drh Nia Sari menyebutkan, jika hewan yang layak untuk dikurban ini harus sehat, tidak cacat, dan berusia matang, yakni usia diatas 1 tahun untuk kambing dan usia 2 tahun untuk sapi.

Baca juga: 7 Ekor Sapi Masih Positif PMK, DKPP Bakal Tutup Jalur Masuk Sapi Daerah ke Kota Bogor

"Jadi cara mengetahui umur ini bisa dilihat dari giginya, seperti gigu susunya yang sudah tanggal, kondisi sehat ini ditandai tidak demam. Kalau sapi yang sehat cermin hidung basah dan mengkilat, dan tidak berkurang nafsu makan, cara berdiri baik dan tidak pincang," jelas Nia, Senin (13/6/2022) kepada Bangkapos.com.

Ia mengatakan, berdasarkan fatwa MUI ada beberapa kategori hewan yang terkena PMK mulai dari kategori gejala ringan hingga berat.

Untuk yang kategori ringan ini contohnya luka di tengah kuku, lesu, dan nafsu makan berkurang, dan keluar air liur dari biasanya.

Sedangkan kategori berat, kuku terlepas, nafsu makan berkurang sehingga menyebabkan sapi kurus, dan keluar air liur yang berlebihan.

"Kategori ringan dan sembuh dalam jangka waktu yang ditentukan sebelum kurban, maka daging aman dikonsumsi dan sah dijadikan hewan kurban, namun apabila kategori berat dengan gejala berat dan sembuh dalam rentang waktu yang disyarakat, atai melebihi batas waktu kurban maka tidak sah," ungkap Nia.

Baca juga: Terus Diawasi, Plt Bupati Bogor Minta Distributor Hewan Kurban Dilengkapi Surat Bebas PMK

Menurutnya, masa morbilitas atau tingkat kesembuhan hewam ternah yang terserang PMK diatas 90 persen dengan tingkat kematian rendah.

"Terkait sapi yang terkena PMK di Babel, tingkat kesembuhan pada sapi dewasa saat ini diatas 80 persen," kata Nia.

(BangkaPos)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved